Tanggapan Kades Sugihwaras Terkait Sampah di Jalan Kapten Jumhana

On Rabu, Juni 06, 2018

MASALEMBO.COM

Kondisi Bahu Jalan Kapten Jumhana Usai Dibersihkan (Foto / M Subri / masalembo.com)

POLMAN, MASALEMBO.COM - Sebagai tindak lanjut atas keluhan warga terhadap tumpukan sampah di Jalan Kapten Jumhana Wonomulyo, Kepala Desa Sugihwaras Warsito langsung mengarahkan jajarannya membersihkan lokasi tersebut.

Pembersihan dilakukan dengan cara mengumpul sampah-sampah itu kemudian dibakar.


Warsito mengungkapkan, sampah yang menumpuk di bahu jalan Kapten Jumhana bukanlah sampah warga Sugihwaras, melainkan sampah warga desa lain yang dibuang di tempat itu.


"Sebenarnya pak yang sering membuang sampahnya di situ bukan warga kami tapi orang dari luar, biasanya mereka datang naik motor lalu membuangnya di situ," ungkap Warsito, saat ditemui di kantornya, Selasa (5/6).


Kondisi itu bahkan baru diketahuinya bahwa di bahu Jalan Kapten Jumhana dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga tak bertanggung jawab.


Mengenai bantuan pengelolaan sampah yang dimaksudkan masyarakat, ia tidak menampiknya. Namun kata dia, mesin yang mengelola sampah hanya dioperasikan oleh beberapa aparat dan hanya mendaur ulang sampah jenis plastik.


"Ya memang betul desa kami sudah mendapatkan bantuan. Kami pun mengelolanya, sampah plastik saja yang dikelola setiap harinya," ucapnya.


Lebih jauh Warsito menjelaskan, bahwa dirinya telah berupaya semaksimal mungkin melakukan pembenahan terhadap sampah di desanya, termasuk sampah di bahu jalan Kapten Jumhana.


"Kami sudah lakukan pembersihan dan pembenahan terhadap sampah tersebut pagi ini," urainya.


Atas hal demikian, Ia berharap kepada masyarakat Desa Sugihwaras supaya lebih sadar dan bijak menyikapi kebersihan lingkungan.


"Ya harapan kami agar warga khusunya Desa Sugihwaras bisa memahami kebersihan, sebab kami selalu melakukan sosialisasi," paparnya.


"Masalahnya kita juga bekerjasama dengan kecamatan tapi kecamatan kan juga masih kewalahan, jadi memang masih butuh tambahan armada. Kalau di desa kami ini tidak ada armada khusus, kita hanya pakai tiga roda saja," pungkas Warsito. (sbr/tfk) 



comments