Bina Keluarga Holistik, Langkah Pemda Majene Tekan Pernikahan Dini dan Stunting

On Minggu, Juli 22, 2018

MASALEMBO.COM

Tampak Bupati Majene H. Fahmi Massiara dan Wakil Bupati H. Lukman mengikuti senam sehat di kawasan car free day depan gedung Assamalewuang. (Humas Setda Pemkab Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Sebagai upaya mengurangi tingginya angka pernikahan dini dan stunting (kurang gizi), Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP & KB) merealisasikan program Bina Keluarga Balita Holistik Integratif (BKB HI) dengan nama BKB Siarendengan. Program ini tersebar di delapan kecamatan di seluruh wilayah Kabupaten Majene. 

Kepala Dinas PP & KB Majene, dr. Evawaty mengatakan, program tersebut direalisasikan melalui Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR) dan Bina Keluarga Remaja (BKR).

“Ini kiranya dapat membantu Majene mengurangi angka pernikahan dini dan stunting,” kata Eva usai peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV tingkat kabupaten di Gedung Assamalewuang Kecamatan Banggae, Minggu (22/7).

Dikatakan Eva lebih lanjut, BKB HI akan fokus menyasar keluarga, khususnya remaja. Menurutnya, remaja dan orang tua harus mendapat edukasi maksimal terkait dampak negatif pernikahan dini, termasuk pengetahuan pemenuhan gizi ke balita.

“Kalau dinas kami itu sasarannya memang semua keluarga, yang punya balita, anak remaja kita edukasi dengan pola asuh,” terang Eva.

Mantan Kadis Kesehatan Majene ini membeberkan, berdasarkan data Kemenkes, Kabupaten Majene memiliki angka stunting cukup tinggi, nomor dua di Provinsi Sulawesi Barat. “Kalau pernikahan dini Majene juga tinggi, skala nasional Sulbar nomor dua,” ungkapnya.

Sebelumya, pembukaan Harganas XXV berlangsung semarak. Para pimpinan OPD dan unsur Muspida hadir dalam kegiatan yang menghadirkan lebih banyak remaja sebagai peserta kegiatan ini.

Bupati H. Fahmi Massiara dalam sambutannya mengatakan, program keluarga berencana (KB) tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesehatan para ibu dan anak atau menekan pertumbuhan jumlah penduduk. Namun, diharapkan mampu meningkatkan kualitas penduduk lewat penyiapan keluarga yang sehat dan sejahtera.

“Hal ini sejalan dengan MP3, yaitu Majene professional, produktif dan proaktif,” kata Fahmi.

Bupati berharap, Harganas XXV ini merupakan momentum untuk mengingat kembali pentingnya mencintai keluarga dan pentingnya perencanaan dalam membangun keluarga dengan baik.

“Kalau terencana semua jadi lebih mudah,” ucap Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Majene ini.

Peringatan Harganas XXV di Majene, juga disemarakkan dengan senam sehat di kawasan car free day di depan gedung Assamalewuang. (har/red)





comments