Rasa Cemas Warga Polewali, Tak Dapat Kabar Keluarga di Palu

On Minggu, September 30, 2018

MASALEMBO.COM


POLEWALI, MASALEMBO.COM - Pasca gempa bumi mengguncang Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, pada Jumat (28/9) petang, sejumlah warga Polewali Mandar mengaku sangat cemas terhadap anggota keluarganya yang berada di Palu, sebab mereka belum bisa berkomunikasi dengan anggota keluarga akibat terputusnya  jaringan komunikasi di wilayah tersebut.

Seperti keluarga pasangan suami istri, Arsad dan Bungahati, warga desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Mereka mengaku sangat khawatir tentang keberadaan anggota keluarganya di Palu.

Saat di temui di rumahnya, pada Minggu (30/9,  Bungahati menceritakan, sesaat setelah terjadinya gempa,  mereka langsung menghubungi nomor telepone anaknya, namun tidak dapat tersambung. Perasaan keluarga saat belum bisa tenang sebab masih terus memikirkan nasib keluarganya yang hingga saat ini belum bisa di hubungi.


"Sudah berapa kali kami hubungi, tapi tidak bisa tersambung," ujarnya.


Menurutnya, anggota keluarganya yang hilang kontak adalah anaknya, menantunya serta tiga orang cucunya. Anggota keluarganya ini merupakan satu keluarga yakni pasangan suami istri Arifuddin dan Asjuni, serta tiga orang orang anaknya bernama Muhammmad Fadil (19), Nurfadilah (14) dan Rifki (7). Mereka beralamat di Perumahan Gusti Ngurah Rai, Kota Palu.


Pihak keluarga semakin khawatir setelah BNPB mengumumkan korban meninggal dunia sidah mencapai 800 orang. Pihak keluarga berharap, anggota keluarganya yang hilang kontak selamat dari bencana gempa. 


"Mudah-mudahan bisa cepat ada kabar dan segera ditemukan supaya kami tidak khawatir lagi,"harapnya.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Rohani, warga jalan Gunung Tammengundur, Kelurahan Lantora, kecamatan Polewali, Polman. Hingga kini ia juga kehilangan kontak dengan anaknya bernama Nursam yang telah berdomisili di kota  Palu.


"Ini saya khawatir karena belum ada kabarnya. Kami bingung todak tahu mau hubungi kemana, karena nomornya tidak aktif," tuturnya sedih.


Pihak keluarga berharap, jaringan Komunikasi bisa segera normal agar mereka bisa menghubungi anggota keluarganya di Palu. (ant/har)


comments