Mamasa Terancam Tak Ikut Porprov, Legislatif Angkat Bicara

On Sabtu, November 03, 2018

MASALEMBO.COM

Sejumlah cabor terancam gagal diikutkan (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Terkait peryataan KONI Mamasa yang berencana tidak mengikutkan atlet sejumlah cabang olaraga ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprpv) III di Majene menuai tanggapan salah seorang DPRD Mamasa.

David Bambalayuk, anggota DPRD Mamasa mengatakan keprihatinanya jika KONI Mamasa tidak bisa mengikutkan atlet sejumlah cabor ke Porprov III Sulbar di Majene yang akan dihelat pada minggu ke dua November.

Menurutnya,  jika Mamasa tidak ikut dalam kompetisi tersebut, sama halnya tidak ada upaya membina prestasi para atlet Mamasa yang jau-jau hari sebelumnya sudah mempersiapkan diri untuk ikut berkompetisi. 

Selain itu ia mengatakan, perlu dipertanyakan komitmen pemerintah daerah Kabupaten Mamasa dalam membina dan menghidupkan olaraga di daerah. 

"Persoalan dana,  itu bukan masalah karena ada pos yang dianggarkan untuk KONI tahun 2018. Hal berikutnya, ini menyangkut harga diri kita sebagai putra daerah yang harusnya mampu membangkitkan olaraga di Mamasa. Bagaimaa bisa bersaing di ivent-ivent nasional dan internasional jika sekelas Porprov saja  kita tidak mampu, hanya karena persoalan anggaran," kata David, Jumat (2/11)

Lanjut ia menuturkan, perhatian serius dari pemerintah daerah untuk menghidupkan olaraga dan membina prestasi para atlet di Mamasa sangat dibutukan. Pihaknya sebagai wakil rakyat siap memperjuangkan para atlet yang punya prestasi untuk dapat bersaing pada kegiatan tersebut.

Sebelumnya, Sekretaris KONI Mamasa Yusak Nole Lolang meyampaikan, kendala yang dialami pihak KONI sehingga saat ini sehingga para atlet kemungkinan besar tidak diikutkan pada Porprov III Sulbar adalah anggaran yang sangat minim. Semetara atlet yang harus diberangkatkan mencapai ratusan orang. 

Menurut Yusak, KONI Mamasa telah memasukkan permohonan anggaran ke Pemda Mamasa dengan estimasi Rp1,8 milair, namun anggaran yang diberikan hanya sebanyak Rp600 juta.

"Tidak spesifik, anggaran yang diberikan pemerintah diperuntukkan kepentingan Porprov, sebab dana yang kami terima sesuai DPA peruntukannya kepentingan pembinaan cabor di KONI," ungkap Yusak. (frd/har).

comments