Sejumlah Pengungsi Korban Gempa Mamasa Terserang Penyakit

On Minggu, November 11, 2018

MASALEMBO.COM

 Pengungsi di salah satu posko di Kecamatan Sumarorong (Foto: Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Sejumlah pengungsi korban gempa Mamasa Provinsi Sulawesi Barat di posko pengungsian Kecamatan Sumarorong terserang  penyakit. Umumnya mereka mengalami gatal-gatal dan hipertensi gasstiritis.

Berdasarkan data posko kesehatan, sebanyak 294 pengungsi dilaporkan menderita penyakit.

Kepala Puskesmas Sumarorong, Yustina Lolo mengatakan, sejauh ini terdapat empat pengungsi dirawat di Puskesmas untuk mendapatkan perawatan yang intensif akibat penyakitnya yang diderita.

"Karena mulai parah jadi dirawat intensif," kata Yustina, Sabtu (10/11).

Pantauan awak media di lokasi pengungsian, Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat telah membuka posko pengobatan di sejumlah posko. Mereka rutin melakukan pemeriksaan kesehatan kepada sejumlah pengungsi, termasuk meyediakan tenaga dokter di setiap posko pengungsian.

Saat ini, ribuan pengungsi masih bertahan di tenda- tenda karena masih trauma pulang ke rumah akibat gempa susulan masih dirasakan di wilayah Mamasa.

Puluhan Rumah Retak

Gempa bumi di Mamasa berdasarkan laporan Badan Meterologi Klimatologi dan Geofika (BMKG) Wilayah IV Makassar, Sabtu (10/11), sudah terjadi 271 kali, 39 kali dirasakan oleh warga.

Akibat gempa yang mengguncang Mamasa seminggu terakhir ini, sejumlah rumah dilaporkan retak. Bahkan, dinding tembok bangunan rumah warga di Desa Lambanan Kecamatan Mamasa rubuh pada Jumat (10/11) malam.

Tembok rumah warga roboh (Frendy Cristian/masalembo.com)

Tiga rumah warga di Desa Lambanan rusak parah akibat gempa yang terus mengguncang Mamasa sejak Minggu  4 Nopember lalu. Selain itu, puluhan rumah diantaranya mengalami retakan.

“Jumat kemarin sanga keras getaran gempa, sehingga dinding rumah ini rubuh, beruntung kami sudah mengungsi meninggalkan rumah,” kata salah satu pemilik rumah, warga Lambanan, Pelipus.

Dari pantuan di lokasi kejadian, sedikitnya tiga rumah di Desa Lambanan mengalami rusak berat, diantaranya dinding rubuh, tembok dan lantai terbelah serta puluhan rumah lainya di wilayah Mamasa mengalami retakan, termasuk sejumlah bangunan sekolah. (frd/har)

comments