Jalan Nosu Rusak Parah, Sudah Bertahun-tahun Dikeluhkan Warga

On Sabtu, Januari 05, 2019

MASALEMBO.COM

Warga sedang melintasi jalan Nosu, mereka berjibaku dengan lumpur dan rusaknya jalanan (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM - Infrastruktur jalan di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat masih menjadi momok yang dikeluhkan warga. Seperti di ruas jalan menuju Kecamatan Nosu, masih rusak parah. Terdapat sedikitnya 15 meter badan jalan digenangi lumpur, sepanjang jalan ini juga dipenuhi lubang. Kerap, mobil dan truk ketika melintas akan terjebak lumpur hingga harus ditarik menggunakn tali.

Jalan ini adalah julur akses masyarakat ke tiga kecamatan di Kabupaten Mamasa, yakni Pana, Tabang dan Kecamatan Nosu sendiri. Selain itu juga menjadi akses ribuan masyarakat jika hendak menuju ke pusat kota Kabupaten Mamasa.

Jika musim penghujan tiba seperti saat ini, pengendara haruslah berbarengan dengan pegendara lainnya ketika ingin melintas. Ini agar mereka bisa saling membantu menarik kendaraanya jika terjebak kubangan lumpur. Selain itu mereka juga harus meyiapkan tali dan skop karena dalam perjalan peralatan sederhana itu sangat dibutuhkan untuk dapat megakses jalan.

Salah satu pemuda Nosu, Yuniastika, menuturkan, satu kerusakan paling parah berada di antara Kecamatan Sumarorong dan Nosu. Setiap musim penghujan tiba jalan menjadi becek dan licin, nyaris tak bisa dilalui. Agar kendaraan bisa melintas badan jalan harus digali lebih dulu. Semua lumpur yang menutup badan jalan dikeluarkan, kemudian pengendara saling berjibaku menarik kedaraanya.

"Terkadang pengendara harus bermalam di tengah hutan jika, mobilnya terjebak lumpur," kata Yuniastika, Jumat (4/1/2019) 

"Mereka (para pengguna jalan) harus menunggu mobil lain melintas agar bisa saling membantu menarik kendaran mereka," katanya.

Warga lainya, Ichal bercerita, ia dan rekan-rekanya kerap bermalam jika kendaraanya terjebak di dalam lumpur. Mereka harus bermalam menuggu orang lain datang membantunya menarik mobil.

"Kami sudah kerap kali bermalam di tengah jalan, saat dari Makassar  menuju kampung di Nosu, apalagi kalau musim pengujan tiba, mobil pasti terjebak lumpur sehingga harus ditarik menggunakan tali itupun  harus membutuhkan puluhan tenaga manusia," terang Ichal.

Dikatakan, kerap mereka bermalam ketika tak ada pengedara lain yang lewat untuk membantu. "Kami terpaksa harus bermalam menunggu keesokan harinya agar bisa meminta bantuan kepada pengendara lain menarik mobil yang terjebak itu," tutur Ichal kepada wartawan masalembo.com

Lanjut ia mengungkapkan, agar akses jalan kembali normal ratusan warga di Kecamatan Nosu harus bergotong-royong membersihkan jalan tersebut. Saat ini akses kembali normal.

"Sudah bertahun-tahun jalan ini menjadi keluhkan masyarakat, lantaran jalur ini satu-satunya akses
perekonomian masyarakat di tiga kecamatan. terutama warga Nosu dan Pana," aku Ichal.

Mereka berharap agar jalan tersebut, menjadi perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah agar jalan itu segera diperbaiki dan diaspal hingga tidak lagi menyengsarakan ribuan setempat. (frd/har)

comments