Bantah Lawan PKS, Garbi Sulbar Deklarasi di Mamuju Besok

On Minggu, Februari 10, 2019

MASALEMBO.COM

KH. Zainal Abidin, LC (Zainal Abidin/facebook)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) terus melebarkan sayap ke berbagai wilayah tanah air. Kali ini, giliran Sulawesi Barat bakal jadi tempat deklarasi organisasi yang diinisiasi pemikir muda asal Sulawesi Selatan, H.M Anis Matta ini.

Kepastian deklarasi Garbi Sulbar dikonfirmasi Hajrul Malik, eks kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulbar yang kini absen di daftar caleg Pemilu 2019. Hajrul memastikan, deklarasi Garbi, Senin (11/2/2019) besok digelar di ball room hotel d'Maleo Mamuju. 

"Kegiatannya besok malam, dikemas dalam bentuk orasi kebangsaan dan deklarasi," kata Hajrul, Minggu (10/2) siang. 

Hajrul mengatakan, selain deklarasi dan orasi, kehadiran Fahri Hamzah di Mamuju juga akan diisi diskusi literasi. "Ada ngopi bareng, difaslitasi penggiat literasi," tuturnya.

Ketua Dewan Pendidikan Mamuju ini juga mengatakan, deklarasi Garbi Sulbar telah didukung pemerintah Provinsi Sulbar. Ia menjelaskan gubernur Ali Baal Masdar telah mengetahui ihwal kehadiran organisasi gerakan intelektual yang mengusung empat kata kunci; agama, nasionalisme, demokrasi dan kesejahteraan ini, di bumi Malaqbi Sulawesi Barat.

"Kami dari pengurus Garbi Sulbar sudah menyurat secara resmi ke Pak Gubernur, karena Pak Gub berangkat ke tugas dinas luar, ke Surabaya ke hari pers, sehingga dimandatkan ke Pak Sekprov, beliau (Sekprov, red) bersedia hadir dan memberikan sambutan," ungkap Hajrul.

Ditanya soal misi Garbi, Hajrul menjelaskan, organisasi yang lahir dari pemikiran Anis Matta ini, tujuannya semata-mata membangun ide-ide tentang konsep arah baru Indonesia, yaitu suatu pemikiran membangun kesadaran seluruh elemen bangsa bahwa Indonesia bisa sejajar dengan Amerika Serikat, China, Rusia dan Uni Eropa. "Ini terutamanya dalam tiga hal, teknologi, militer dan ekonomi," pungkasnya.

Sementara, Ketua Garbi Sulbar H. Zainal Abidin membantah jika lahirnya Garbi dilatarbelakangi oleh perlawanan sejumlah kader PKS pasca kepemimpinan Anis Matta berpindah ke Sohibul Iman. 

"Garbi ini kumpulan orang-orang yang sepaham dengan ide arah baru Indonesia. Ide arah baru Indonesia sendiri sudah digaungkan oleh ustadz Anis Matta sejak tahun 2013, masih beliau jadi presiden PKS saat itu," terang Zainal.

Anggota Majelis Syuro PKS ini menegaskan, Garbi bukan partai politik dan tidak akan menjadi partai politik. Ia mengatakan, Garbi tetap akan menjadi gerakan sosialiasasi ide, agar bangsa Indonesia sadar bisa menjadi bangsa yang besar. 

"Jadi tidak akan jadi partai, tapi kalau Garbi bikin partai itu boleh jadi, tapi kalau bertransformasi jadi partai tidak," kunci Zainal. (har/red)

comments