Setuju Pembangunan Bandara Polman, Ini Kata Kadis Perhubungan Sulbar

On Rabu, Februari 27, 2019

MASALEMBO.COM

Kadis Perhubungan Sulbar, Khaeruddin Anas memberi keterangan kepada sejumlah wartawan (Awal S/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Berbagai tanggapan muncul terkait rencana pembangunan bandar udara (bandara) oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar. Ada yang menilai, rencana Pemkab Polman yang didukung Pemprov Sulbar itu mubazir, namun tak sedikit yang mendukung rencana pembangunan sarana transportasi udara tersebut.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Perhubungan Sulbar Khaeruddin Anas mengatakan, tujuan pembangunan bandara di Polewali hanya untuk memudahkan bagi warga Polman atau Majene yang ingin melakukan perjalanan. Sehingga tidak lagi membutuhkan sekitar empat hingga lima jam menempuh perjalan ke bandara Tanpapadang Mamuju. Selain itu untuk memudahkan pengiriman barang.

"Dibangunnya bandara di Polman agar kecepatan transportasi mengirim barang lebih cepat," ujar Khaeruddin, Selasa (26/2/2019).

Khaeruddin mengatakan, tak ingin jika suatu waktu Kota Parepare (Sulsel) membagun bandar udara bertarap internasional sehingga ia mengkwatirkan warga Polman dan Majene yang ingin melakukan perjalanan bahkan pengiriman barang dari Sulbar akan keluar ke Parepare.

"Otomatis potensi APBD kita akan keluar melalui bandara Parepare jika sudah terbangun nanti," terangnya. 

Selain itu kata dia, empat daerah sudah memberikan rekomendasi menyetujui pembangunam bandara seperti Kabupaten Pinrang, Enrekang, Sidrap dan Toraja. Alasannya karena alasan lebih dekat. 

"Wisatawan yang datang berkunjung ke Sulbar juga dengan cepat tiba di tempat tujuan," pungkas Khaeruddin.

Khaeruddin mengaku, saat kunjungan beberapa hari lalu bersama gubernur Ali Baal Masdar dan sejumlah kepala OPD ke Dubai (Uni Emirat Arab), menyampaikan kepada sejumlah investor agar bersedia berinvestasi membangunan bandara di Polman. 

Ia berharap, dengan adanya bandara yang rencananya akan dibangun di Paku Kecamatan Binuang, mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan menjadi lokomotif baru untuk pendapatan APBD Sulbar. 

Diungkapkan pula bahwa baru-baru ini pihaknya telah melakukan pemaparan tentang rencana pembangunan bandara di Polman saat rapat di Kementerian Perhubungan di Jakarta. 

Dikatakan Khaeruddin tiga menteri yang hadir yakni Menteri Perhubungan, Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan. Tiga menteri yang hadir mendukung bandara Pomman sebagai terobosan baru yang lakukan Pemkab dan Pemprov Sulbar. 

"Justru menteri keuangan mengatakan pak kadis itu nanti didorong bekerjasama pemerintah  dengan badan usaha," ungkapnya. 

Ditanya apakah nantinya tidak akan mematikan bandara Tanpa Padang Mamuju dan bandara Sumarorong Mamasa, Khaeruddin menepis. Justru kata dia, dengan adanya bandara di Polman akan mengkoneksikan antar ketiganya. Sehingga, nantinya wisatan yang datang akan mudah melakukan perjalan hanya hitungan menit sudah tiba di Kabupaten Mamasa, Mamuju dan daerah lain yang ada di Sulbar maupun di luar Sulbar seperti Tanah Toraja. (awl/har)

comments