Tahun Ini, 20 Kelurahan di Majene Terima Rp370 Juta DAU Tambahan

On Jumat, Februari 22, 2019

MASALEMBO.COM

Bupati H Fahmi Massiara saat menyampaikan sambutan di penutupan Musrenbang tingkat kecamatan di Sendana, Kabupaten Majene (Foto: Munirul Islam/Humas Setda Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Sebanyak 20 kelurahan di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, bakal menerima Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan. Dana kelurahan tersebut mulai direalisasikan tahun ini. Hal ini merupakan komitmen Pemerintah Pusat untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) dalam meningkatkan pelayanan publik di tingkat kelurahan.

"Iya dana itu sudah ada, khusus dana yang dari DAU tambahan sudah masuk tahu ini," ujar Kasman, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Majene, Jumat (21/2/2019).

Jumlah dana kelurahan tersebut lanjut Kasman, senilai Rp370 juta lebih. "Saya lupa berapa jumlah persisnya, yang jelas sekitar itu, 370 juta per kelurahan," katanya.

Sementara, bupati Majene H Fahmi Massiara mengatakan, melalui dana itu kelurahan akan semakin bebas menyusun perencanaan, khususnya kegiatan sosial kemasyarakatan. Meski jumlahnya tak seperti dana desa, namun menurut Fahmi dana kelurahan juga nantinya diharapkan jadi jalan pembangunan di kelurahan.

"Ini akan memberikan ruang bagi kelurahan untuk menyusun dan menjalankan program tersendiri," kata Fahmi saat penutupan Musyarawah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Sendana, Kabupaten Majene, Jumat  pagi.

Kendati demikian, bupati Fahmi mengingatkan, agar dengan semakin bertambahan sumber anggaran pemerintah, tidak justru menciptakan ego wilayah antara Pemerintah Desa, Kelurahan dan Kecamatan. 

"Jadi ini ruang bagaimana kita melakukan sinergi yang baik, kita juga sudah berikan 1 miliar satu kecamatan, tapi yang saya liat ini terjadi ego-ego wilayah," ungkap Ketua MPC Pemuda Pancasila Majene ini.

Bupati berharap, agar dana Rp 1 miliar untuk satu kecamatan dapat dijalankan dengan benar, melalui sinergi yang baik antara kecamatan, kelurahan dan desa. Ia mengaku, masih melihat fenomena antara desa saling bekerja sendiri-sendiri, tanpa adanya kolaborasi atau antar koneksi antara desa.

"Misalnya di kecamatan Tubo, beberapa desa membuat terobosan pariwisata yang kecil-kecil, mengapa tidak dilihat potensi, mana yang lebih besar untuk dikelola bersama-saam dengan kecamatan," pungkas Fahmi, berharap desa, kecamatan dan kelurahan lebih bersinergi. (adv/red)

comments