PDGI Majene: Rayakan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan 'Say Ahh'

On Sabtu, Maret 30, 2019

MASALEMBO.COM

Penyuluhan kesehatan gigi dan mulut oleh salah satu pengurus PDGI Majene (Foto: Taufik/Humas Setda Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Peringatan Hari Kesehatan Mulut Sedunia atau World Oral Health Day (WOHD) turut diperingati organisasi Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Majene, Provinsi Sulawesi Barat. 

Puncak peringatan WOHD oleh PDGI Majene berlangsung, Sabtu (30/3/2019) di lapangan Bura Sendana. 

Kegiatan ini dihadiri bupati Fahmi Massiara, wabup Lukman, ketua TP PKK Fatmawati Fahmi, pimpinan OPD terkait dan jajaran Pemerintah Kecamatan Sendana.

Ketua Penyelenggara kegiatan drg Lilik Miransanti mengatakan, kegiatan melibatkan 17 dokter gigi di Majene dan 500 murid dari 14 Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sendana. Kegiatan ini kata Lilik, bukan kali pertama namun sebelumnya di tahun 2014 digelar di Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, 2016 di Tubo, 2017 diperingati dengan road show penyuluhan dan pemeriksaan gigi dan mulut di seluruh wilayah Majene, serta tahun 2018 di Kecamatan Tammero'do.

Sikat gigi massal murid SD di Kecamatan Sendana (Foto: Taufik/Humas Setda Majene)

"Atas nama panitia penyelenggara, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya kegiatan ini," ucap Lilik.

Sementara, Ketua PDGI Majene drg Idhan Khalik, mengungkap, hari kesehatan mulut sedunia atau world oral healty day tahun ini mengusung tema "Say Ahh (act on mouth teeth)" yang dimaksudkan untuk menyerukan agar semua individu mengambil tindakan nyata melindungi kesehatan gigi dan mulut mereka.

"Hari Kesehatan mulut sedunia ini merupakan momen yang tepat untuk merefleksikan perihal kondisi kesehatan mulut kita sekaligus mempromosikan kesehatan mulut yang baik bagi semua orang serta memberdayakan individu untuk menjaga kesehatan mulut di segala usia," kata Idhan dalam sambutannya.

Bupati Majene Fahmi Massiara, wabup Lukman dan pengurus PDGI melepas balon (Foto: Taufik/Humas Setda Majene)

Dikatakan, pelaksanaan kegiatan WOHD di Kabupaten Majene telah dikemas dalam berbagai bentuk kegiatan, yaitu penyuluhan empat pembiasaan hidup sehat yang terintegrasi, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut pada anak tingkat SD dan senam dan sikat gigi bersama yang digelar hari ini, Sabtu (30/3) di Kecamatan Sendana.

Di tempat sama, bupati Majene Dr. H. Fahmi Massiara, MH mengatakan, hari kesehatan mulut sedunia adalah kampanye kesehatan mulut global yang berjangkauan luas. Ini merupakan platform bagi public, komunitas kesehatan gigi dan mulut dan pembuat kebijakan untuk membantu mengurangi beban penyakit mulut secara keseluruhan.

Diungkap Fahmi, data dari riset kesehatan daerah atau riskesdas tahun 2018 menunjukkan, hanya 2,8 persen masyarakat berusia 30 tahun ke atas memiliki perilaku menyikat gigi dua kali sehari yaitu pagi dan malam. Hal ini menyebabkan 90,2 persen anak Indonesia umur 5 tahun memiliki masalah gigi berlubang dengan indeks dmf- T sebesar 8,1.

Untuk anak berusia 12 tahun kata Fahmi, data terlihat membaik, dimana 72 persen dari mereka mengalami masalah gigi berlubang dengan indeks dmf-T 1,9. Namun, kondisi memburuk di kelompok dewasa yaitu usia 35 sampai 44 tahun sebanyak 92,2 persen memiliki masalah gigi berlubang dengan indeks dmf-t sebesar 6,9.

"Maka peringatan hari kesehatan mulut sedunia ini merupakan salah satu kegiatan untuk mengedukasi, memberikan pemeriksaan gigi dan mulut secara gratis sekaligus membiasakan masyarakat Indonesia khusus anak-anak untuk merawat gigi dengan menyikat gigi mereka pada pagi dan malam hari," kata Fahmi

Bupati menuturkan, anak-anak diharapkan turut serta memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.

Untuk mendukung hal tersebut, selaku penanggung jawab Pemerintahan di Kabupaten Majene Fahmi sangat mengapresiasi kegiatan PDGI Cabang Majene untuk melakukan edukasi, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut serta mensnamkan tujuh pembiasaan hidup bersih sehat terintegrasi, yaitu: cuci tangan pakai sabun, makanan beragam, bergizi seimbang dan aman, minum air bebas kuman, sikat gigi pagi dan malam hari, toilet, kamar mandi, lantai dan permukaan bersih dan higenis, kelolah sampah sekolah dan mencegah DBD dengan 3M plus.

Peringatan WOHD ini, dibuka ditandai dengan pelepasan balon keudara oleh segenap hadirin. Kemudian dilanjutkan senam sikat gigi massal yang diikuti 500 murid SD, diikuti selutuh undangan termasuk bupati Majene. (adv/red)

comments