Belasan Pasangan Muda-mudi Diamankan Satpol PP Saat Menggelar Razia

On Sabtu, Mei 04, 2019

MASALEMBO.COM

Dua pasangan muda mudi dirazia petugas Satpol PP dan Polisi (Asrianto/Masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Jelang bulan suci Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Polewali Mandar dan aparat kepolisian setempat menggelar razia, Sabtu (3/5/2019) malam.

Dari hasil operasi, sebanyak 14 pasangan muda-mudi diamankan. Pasangan tersebut diciduk di berbagai hotel, penginapan dan rumah kost. Petugas dibagi dua tim. Mereka bergerak di bagian Polewali dan belakang STAI DDI Manding. 

Di salah satu rumah kost di belakang STAI DDI Manding, petugas mengamankan satu pasang sedang berduaan dalam kamar. Awalnya penghuni kamar tak ingin membuka pintu. Namun, petugas terus menggedor pintu hingga terbuka.

Saat dibuka, petugas langsung menggeledah ruangan dan menemukan pasangan prianya bersembunyi di bawah tempat tidur. Saat diinterogasi, mereka mengaku telah menikah. Kedua pasangan ini mencoba mengelabui petugas, namun sayang tak dapat menunjukkan bukti jika mereka sah suami istri. Keduanya pun langsung digelandang ke kantor satpol PP untuk dimintai keterangan. 

Di wilayah Polewali, sasaran pertama razia adalah wisma. Di wisma di Jalan Andi Depu, petugas mengamankan satu pasang pria dan wanita. Kemudian bergerak menuju wisma lainnya dan kembali menemukan pasangan lainnya. Petugas juga menemukan pasangan bukan suami istri di sebuah hotel.

Salah satu pasangan mengatakan, keduanya hanya duduk-duduk dalam kamar tanpa melakukan apa-apa. "Saya hanya datang bertamu, langsung dibawa kesini," katanya tertunduk.

Kasatpol PP Polman Aco Jalaluddin mengatakan, operasi ini digelar dalam rangka menyambut bulan suci ramadan. Sasarannya hotel, penginapan, rumah kost yang diduga dijadikan tempat pasangan ilegal.

"Ini supaya umat muslim bisa merasa nyaman dalam melaksanakan ibadah," ungkapnya.

Sebagai sanksi pelaku yang terjaring dan diinterogasi di kantor Satpol PP. Mereka didata dan dimintai keterangan serta dibuatkan pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. 

"Keluarga mereka kami panggil ke kantor, setelah itu pelaku kami serahkan kepada pihak keluarga masing-masing," tutupnya. (ant/har)

comments