Dugaan Pencemaran Limbah Sawit, Legislator dan Pemdes Barakkang Kordinasi DLH

On Selasa, Mei 14, 2019

MASALEMBO.COM

Kades Barakkang Bahrum Ratte temukan bangkai ikan (Jamal Tanniewa/Masalembo.com)

MATENG, MASLEMBO.COM -  Tercemarnya air sungai Barakkang di Kecamatan Budong Budong yang mengakibatkan ribuan ikan ditemukan mati mengundang keprihatinan sejumlah kalangan. Salah satunya anggota DPRD Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Hamka.

Legislator Mateng asal Desa Barakkang ini meninjau langsung kondisi sungai, Selasa (14/5/2019). Ia menggunakan perahu untuk menyelidiki penyebab pencemaran sungai di desa tempat tinggalnya itu.

Menurut Hamka, penyebab ditemukannya ribuan bangkai ikan dan biota sungai itu belum bisa dipastikan, namun diduga adanya kebocoran limbah salah satu pabrik kelapa sawit karena aliran sungai dari Tinali dan sungai Leling berbeda warna.

Kades Barakkang Bahrum Ratte (ujung kiri) dan Kadis DLH Mateng Mulyadi (menelepon) saat mengunjungi sungai Barakkang (Jamal Tanniewa/Masalembo.com)

"Sampai saat ini kita masih menyelidiki kepastian penyebabnya, karena jika diracun menggunakan pestisida tentu saja bangkai ikan tidak akan sebanyak ini," jelas legislator Mateng yang juga adik kandung Kepala Desa Barakkang ini. 

Tak hanya Hamka, Kepala Desa Barakkang Bahrum Ratte bersama sejumlah warga yang turut meninjau lokasi pertemuan kedua sungai antara Tinali dan Sungai Leling sebagai titik awal ditemukannya bangkai ikan. 

Hamka dan juga pemerintah desa Barakkang usai melihat langsung kondisi sungai, segera berkordinasi ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mateng untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. 

Legislator Mateng Hamka saat berkoordinasi dengan Kadis DLH Mulyadi (Jamal Tanniewa/Masalembo.com)

"Kami sudah berkordinasi ke dinas terkait untuk ditindak lanjuti bersama," terang Hamka. 

Dikonfirmasi, Kepala DLH Mateng, Mulyadi menjelaskan, jika pihaknya telah meninjau kondisi sungai usai menerima laporan sejak awal kejadian. Usai meninjau lokasi,  pihaknya telah berkordinasi ke sejumlah pihak perusahaan terkait dugaan kebocoran limbah. 

"Diduga ada kebocoran, karena kami temukan genangan air yang baunya menyengat, sangat busuk tapi masih dugaan," jelas Mulyadi. 

Kadis DLH menambahkan, pihaknya bersama tim juga akan kembali berkunjung ke wilayah ditemukannya genangan yang diduga air limbah itu. "Besok kami akan kembali kesana bersama tim dari provinsi, agar ada kepastian tentang kejadian ini," jelasnya. (jml/har)

comments