Innalillah, Rumah Pak Salim Terbakar Saat Dia Memimpin Salat Subuh

On Jumat, Mei 10, 2019

MASALEMBO.COM

Kobaran api membakar rumah Pak Salim (Asrianto/Masalembo.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Sebuah rumah warga di Jl. Ahmad Yani, Kelurahan Wattang, Kabupaten Polewali Mandar ludes terbakar, Jumat (10/5/2019) subuh tadi. Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 05:20 Wita. Saat itu pemilik rumah sedang memimpin salat subuh di masjid.

Rumah ini milik warga bernama Nursaid atau Pak Salim yang tak lain merupakan imam masjid Nurul Jamaah PLN Polewali. 

Api dengan cepat membakar seluruh bagian rumah yang menyebabkan kepulan asap pekat hitam cukup tebal membumbung tinggi ke udara. Warga lalu berjibaku secara manual menggunakan alat seadanya untuk memadamkan api. Minimnya alat pemadam dan sulitnya mendapatkan sumber air menyulitkan proses pemadaman api. Hanya dalam waktu sekejap, seluruh isi bangunan rumah ludes.

Api baru dapat dipadamkan dua jam kemudian setelah dua unit mobil dinas pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kebakaran. Lokasi rumah yang berada di pemukiman padat penduduk dan sebuah gang yang sempit juga menyulitkan petugas pemadam menjangkau lokasi.

Menurut pemilik rumah, Salim, mengatakan, kebakaran ini diduga akibat hubungan pendek arus listrik. Api pertama kali muncul dari ruang dapur rumahnya yang kemudian dengan cepat merembet ke ruang lainnya. 

"Kalau di dapur tidak ada aktivitas memasak karena sebelumnya tadi sudah semua dicek dan dimatikan kompor di dapur," katanya.

Kobaran api semakin besar sehingga menyulitkan warga untuk memadamkan api. Karena panik dan api sudah membesar, pemilik rumah tidak dapat menyelamatkan barang berharga miliknya.

"Saya juga kaget karena sementara  masih memimpin salat di Masjid, orang sudah teriak-teriak kalau ada kebakaran. Habis semua barangku pak, hanya baju di badan saja yang tinggal," tuturnya.

Kapolsek Polewali AKP Samsu Rijal mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Sementara untuk jumlah taksir kerugian pihaknya juga belum bisa mentotal jumlah karena sementara masih melakukan verifikasi data dan barang korban.

"Dugaan masih kami selidiki, tapi pemilik rumah mengatakan akibat hubungan pendek arus listrik," ungkapnya.

Pemilik rumah adalah satu keluarga berjumlah tujuh orang, kini sementara menumpang di runah tetangga dan kerabat terdekat. Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. (ant/har)

comments