Terkait Relokasi, Wabup Majene Temui Pedagang Pasar Malam

On Kamis, Mei 02, 2019

MASALEMBO.COM

Tampak wabup Majene H Lukman saat bertemu pedagang pasar malam (Fyan Ilbas/Humas Setda Majene)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Wakil bupati Majene H Lukman menemui perwakilan pedagang pasar malam di monumen Enggran Stadion Parasamnya Mandar Majene, Kamis (2/5/2019). Pertemun menyikapi surat edaran bupati itu berlangsung dari jam 15.30 hingga 16.00 Wita.

Selain Lukman, tampak pula Staf Ahli Bidang Ekonomi Zainal, Kepala Bapenda Anwar Lazim, Kepala DLHK Sudirman, Kepala Dinas Perhubungan Mitthar, Camat Banggae Timur Nahdla serta Lurah Labuang Nur Afifah.

Kepala Bapenda Anwar Lazim di kesempatan ini mengatakan, surat edaran bupati Majene terkait relokasi para pedagang pasar malam sudah disampaikan beberapa bulan lalu ke seluruh pedagang pasar malam di depan stadion Prasamya Mandar Majene. Relokasi dilakukan menyusul keluhan dari sejumlah Kepala Sekolah di sekitar stadion karena tiap pagi muridnya harus angkat sampah sisa kegiatan pasar malam. 

"Baunya juga pesing, sangat dirasakan di sepanjang jalan di sekitar stadion," kata Anwar.

Selain itu lanjut Anwar, akses jalan masuk ke gedung DPRD Majene juga terganggu, padahal banyak acara dilaksanakan pada malam hari di gedung dewan.

Mantan Kepala Dinas Pendidiikan ini mengatakan, pihanya telah berkonsultasi dan musyawarah dengan masyarakat di Binanga hingga Labuang dan mereka siap menerima para pedagang pasar malam untuk berdagang di sana. "Tinggal dalam waktu singkat ini akan diuji coba terlebih dahulu," ungkap Anwar.

Sementara, salah seorang perwakilan pedagang mengatakan, pihaknya sudah mencoba berpindah ke Binanga, namun di lokasi tersebut dinilai kurang menguntungkan karena gangguan ombak dan angin yang cukup kencang.

"Sudan dua kali kami pindah kesana, tapi tetap tidak bisa bertahan karena cuaca," tutur pedagang tersebut tak menyebut nama.

Kepala Lingkungan Lipu Aslam Sidang yang turut hadir mengatakan, pihaknya bersedia menangani masalah kebersihan di sekitar stadion. Ia mengaku, bersedia bertanggung jawab soal kebersihan yang timbul akibat pasar malam.

"Kami siap tangani dan menjadi tanggung jawab masalah kebersihan, terkait masalah WC, kami berharap bisa memanfaatkan WC yang ada di dalam stadion," ucap Aslam.

Wakil bupati H Lukman yang menutup pertemuan ini mengatakan, sudah ada arah ketemu antara pemerintah dan pihak pedagang. Hal itu akan disampaikn ke bupati Fahmi Massiara untuk didiskusikan. 

"Kita akan diskusikan karena tadi ini saya langsung menuju kesini bersama Kepala Bapenda seusai menerima para pendemo di kantor bupati," singkat Lukman. (adv/red)

comments