Hari Terakhir Operasi Patuh, Randis Humas Pemkab Mamasa Disita

On Kamis, September 12, 2019

MASALEMBO.COM

Randis milik Humas Pemkab Mamasa ditilang polisi saat operasi patuh hari terakhir, Rabu 11 September 2019 (Kedi Liston Parangka)

MAMASA, MASALEMBO.COM -- Operasi Patuh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Mamasa di hari terakhir, Rabu (11/9) nampak mengamankan satu unit kendaraan dinas (Randis) dengan nomor polisi DC 800 DY. Hasil penelusuran awak media, kendaraan dinas tersebut milik Bagian Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Mamasa. 

Kendaraan plat merah itu terjaring razia di Jalan Poros Polewali-Mamasa di Rante Rante Desa Osango, Kecamatan Mamasa. Randis tersebut diamankan lantaran platnya jatuh tempo dan supir yang mengemudikan tak dapat menunjukkan surat isin mengemudi (SIM).

"Mobilnya Humas ini. Saya disuruh isi solar tapi platnya mati," jelas David, supir randis tersebut.

Kasatlantas Polres Mamasa, Iptu Jumanto Agung membeberkan selama, operasi patuh dilaksanakan sejak 29 Agustus sampai hari ini ratusan lembar surat tilang diberikan kepada pengendara roda dua dan roda empat.

"Selama 14 hari pelaksanaan operasi kami sudah mengeluarkan surat tilang sebanyak 233 lembar dan sanksi teguran kepada enam pengendara," bebernya.

Ia menjelaskan kebanyakan kendaraan yang ditilang karena tidak memiliki surat-surat yang lengkap. "Sampai hari terakhir ini barang bukti yang disita yaitu roda dua dan roda empat sebanyak 70 unit, SIM sebanyak 85 lembar, dan surat tanda kendaraan bermotor (STNK) total 78 lembar," jelasnya.

Lanjut Ia menjelaskan dari semua kendaraan yang dikenai tilang selama operasi, ada puluhun randis yang ikut terjaring razia. "Kalau randis detainya saya lupa, tapi ada sekitar puluhan unit yang ditilang," lanjutnya.

Ia menambahkan sejak oparasi patuh dilaksanakan terjadi peningkatan kesadaran para pengendara terkait pentingnya berlalulintas yang baik. "Kedepan ini akan kita evaluasi apakah kesadaran pengendara ini karena ada operasi patuh atau pengaruh hal lain," tambahnya.

Berikut rincian pelanggaran yang ditemukan selama operasi patuh tahun 2019 dilaksanakan: tidak menggunakan helm standard 44 pelanggaran, melawan arus 19 pelanggaran, berkendara dibawah umur 43 pelanggaran, tidak menggunakan safety belt 59 pelanggaran dan pelanggaran lain-lain sebanyak 48 kasus. (ked/har)

comments