Tak Sama Ketika di Polres Sidrap, Ustadz Firanda Tuai Penolakan di Polman

On Minggu, September 01, 2019

MASALEMBO.COM

Ustadz Firanda Andirja, pengajar tetap di masjid Nabawi Madinah (Foto: Pijarnews.com)

POLEWALI, MASALEMBO.COM - Berbeda ketika disambut baik ribuan warga saat mengisi Tablig Akbar di Polres Sidrap Sulawesi Selatan Oktober 2018 lalu, rencana kedatangan penceramah ustadz Firanda Andirja Abidin di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat malah menuai penolakan. Akibatnya, jadwal kajian spesial menyambut tahun baru 1 Muharram 1441 Hijriyah mubalig Indonesia yang juga penceramah tetap di masjid Nabawi Madinah ini ditunda.

Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai mengkonfirmasi penundaan kajian spesial ustadz Firanda tersebut. "Informasi dari panitia ditunda dengan berbagai pertimbangan, menurut saya itu bijak sekali," ucap Rifai, Minggu (1/8/2019).

Kapolres menjelaskan, rencana kehadiran ustadz Firanda Andirja di Polman Sulbar, adalah undangan pihak perusahaan semen Bosowa Makassar. Mereka bekerjasama panitia lokal di Kabupaten Polewali Mandar yang melibatkan Polres.

"Jadi ya, yang mendatangkan itu Bosowa, itu di Makassar, kita yang di Polman sendiri membantu," kata Rifai melalui sambungan telepon seluler.

Sebelumnya, berbagai pihak menyatakan menolak kehadiran ustadz Firanda untuk mengisi kajian bertema 'Cinta Tanah Air' di Polewali Mandar. Diantaranya yang tak setuju kehadiran pengisi kajian Islami Radio dan TV Rodja ini adalah Barisan Serba Guna (Banser) Pemuda Ansor Sulbar, PC NU Polman dan organisasi tarekat Qadiriyah Sulawesi Barat.

Staf pengajar Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember itu, ditolak melalui media massa. Bahkan, organisasi tarekat Qadiriyah Sulbar yang berpusat di Majene telah mengeluarkan surat pernyataan penolakan kehadiran Firanda di tanah Mandar.

Dalam surat pernyataan sikapnya, pimpinan tarekat Qadiriyah Sulbar KH Ilham Shaleh mengatakan, menyesalkan tindakan panitia yang mengundang Firanda Andirja ke Polewali. 

"Seringkali melakukan ceramah yang kontennya membuat sesama umat muslim terganggu, karena bersifat intoleran (takfiri) yang akan mengancam kenyamanan dan kenyamanan beragama di Sulbar dan Polman pada umumnya," demikian kutipan pernyataan sikap Pimpinan Tarekat Qadiriyah Sulawesi Barat, KH Ilham Shaleh.

Di poin berikutnya, Ilham juga menulis alasan penolakan Firanda lainnya. Disebut bahwa, di sebuah ceramah doktor kelahiran Surabaya, 28 Oktober 1979 itu telah memusyrikkan salah satu guru mulia dalam sanad Thariqah Qadiriyah KH. Muhammad Shaleh, yaitu Al Arif Billah Sayyid Muhammad Alwi Al-Maliki.

"Tuduhan ini sangat menyakitkan, khususnya jemaah Thariqah Qadiriyah Sulbar dan para umat Aswaja pada umumnya," tulisnya.

Kapolres Polman AKBP Muhammad Rifai yang dihubungi awak masalembo.com mengatakan, rencana kehadiran ustadz Firanda ke Polewali juga karena atas permintaan warga. Dikatakan, tema yang akan diangkat dalam kajian juga hanya seputar nasionalisme dan cinta tanah air.

"Jadi saya jelaskan yang datangkan itu Bosowa, karena masyarakat Polman dan sekitarnya menginginkan ustadz Firanda hadir ya beliau datang. Namanya ustadz mau datang kita terima, selama ini kan kita bantu (kegiatan begitu)," ucap Kapolres.

Kapolres Rifai menilai, materi kajian yang akan disampaikan ustadz Firanda juga temanya baik. Dia (Firanda, red) mengajak masyarakat taat dan patuh pada pemerintah juga cinta pada tanah air. 

"Temanya itu luar biasa, umat Islam harus taat kepada pemerintah, jarang-jarang ada penceramah menyampaikan tema begitu, jadi iya kita bantu," ungkap Kapolres. 

Kapolres belum bisa memastikan, jadwal penundaan kedatangan ustadz Firanda ke Polewali. (har/red).

comments