-->
https://rajaview.id/l1zfvR2Icz3Zr9hvg4vbpSO76Foy6i8uVNn6HXHq

Hot News

Bau Tak Sedap Peternakan Ayam Diprotes Warga Bebanga

On Friday, September 14, 2018

MASALEMBO.COM

Foto kandang peternakan ayam potong di Kelurahan Bebanga, Kalukku (Awal/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Peternakan ayam potong (bloiler) di Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, diprotes warga setempat. Pasalnya, keberadaan kandang peternakan tersebut menimbulkan bau tak sedap.

"Masyarakat di sini merasa dirugikan karena bau yang menyengat dari ayam potong itu. Kemudian warga resah kemungkinan wabah flu burung," kata seorang warga, Muliadi Asri, Kamis  (13/9).

Peternakan ayam potong ini diketahui milik Daud. Kandang unggas tersebut dibangun belum cukup setahun. Ukuran 8x38 meter dengan daya tampung 2.500 ekor ayam.

Saat wartawan media ini mendatangi, pemilik tak berada di lokasi kandang. Memang, kandang tersebut berjarak hanya sekitar 20 meter dari pemukiman warga. Informasi yang diterima, izin pembangunan kandang juga dipertanyakan warga setempat. Pasalnya, saat mulai dibangun tak ketahuan adanya persetujuan warga sekitar.

Muliadi yang sudah puluhan tahun tinggal di daerah itu mengaku, sejak adanya kandang, muncul pula oroma tak sedap setiap hari. Belum lagi banyaknya lalat sejak kandang mulai beroperasi membesarkan ayam potong.

"Banyak lalat dalam rumah, apalagi kalau musim hujan," ucap Muliadi

Muliadi mengaku, keluhan tersebut sudah disampaikan ke lurah Bebanga Rusdin Calang sekitar dua minggu lalu. Namun sampai kini belum juga ada tindakan yang dilakukan.

"Alasannya (Rusdin Calang) nanti dilaporkan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan," kata Muliadi

Lurah Bebanga, Rusdin Calang, yang dikonfirmasi di kantornya mengatakan, yang menjadi persoalan, pembangunan kandang di Bebanga tak disoal warga sedari awal. Waktu pertama dibangun tidak seorang pun warga yang protes. 

"Nanti jadi kandang yang kedua baru diprotes," ujarnya.

Terkait pengaduan warganya, Lurah mengaku telah menindak lanjuti dan sudah menyurat ke Kepala Lingkungan setempat untuk diselesaikan.

"Kalau tidak bisa diselesaikan Kepala Lingkungan baru kita tangani," ujarnya. (awl/har)

comments