Muhammad Safaat: Ulumanda Harus Setara Kecamatan Lain

On Senin, September 16, 2019

MASALEMBO.COM

Muhammad Safaat, anggota DPRD Majene dapil Malunda-Ulumanda (egi/masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Anggota DPRD Majene yang baru dilantik, Muhammad Safaat angkat bicara usai pelantikan, Senin (16/9/2019) pagi. Ia menegaskan, Kecamatan Ulumanda harus mampu berdiri setara tujuh kecamatan lain di Majene dari semua aspek.

"Tidak boleh berbeda dengan daerah-daerah lain di pinggiran, akses ke Ulumanda harus dibuka, terkoneksi satu sama lain dengan luar," ucap mantan Ketua Kerukunan Keluarga Mahasiswa Ulumanda (KKMU) Makassar ini.

Safaat juga mengatakan, jika selama ini Kecamatan Ulumanda paling tertinggal di Majene, maka perlahan harus diselesaikan, entah oleh semua pihak. "Jadi ini yang kami selalu bayangkan, bagaimana masyarakat kita berdaya saing sama, jangan menjadi daerah yang selalu dalam urutan terakhir," harapnya.

Anggota DPRD Majene dapil Malunda-Ulumanda ini mengatakan, kehadirannya di dewan, akan fokus membangun komunikasi lewat pemerintah. Tujuannya agar masyarakat di daerah yang diwakilinya itu mampu setara tujuh kecamatan lain di Majene. "Tidak ada lagi kampung, desa, rumah di Ulumanda dan Malunda pegunungan yang tidak saya kunjungi, perlu perhatian serius untuk mengurai masalah di sana," ucap Safaat, ditemui di Majene usai disumpah menjadi anggota DPRD.

Baca: Usai Dilantik, Safaat Pertegas Perjuangkan Jalan Ulumanda

Kepada wartawan, Faat menjelaskan, yang menjadi perhatian dirinya saat ini adalah masalah akses antar kampung, desa dan wilayah di Ulumanda. Selain itu, pendidikan, kesehatan dan daya jual-beli petani. 

"Masih banyak daerah kita yang susah memasarkan hasil pertanian, masih banyak PR sektor pendidikan, kesehatan yang belum memadai, harus diperjuangkan," tegasnya.

Safaat mengatakan, langkah awal yang akan dia tempuh di DPRD, adalah mempengaruhi kebijakan pemerintah agar pro masyarakat Ulumanda dan Malunda di pelosok-pelosok. Ia mengatakan, perlunya membuka akses transportasi, layanan pendidikan dan kesehatan serta pemberdayaan masyarakat tani. 

"Di masalah pendidikan misalnya, perlu komitmen tenaga pendidikan agar lebih fokus. Soal kesehatan bagaimana pelayanan di Pustu, Puskesmas hingga Rumah Sakit, kita juga perlu rumah singgah pasien di Majene karena terlalu banyak warga kita yang dirujuk ke Majene setiap saat," katanya menegaskan. (har/red)


comments