Usai Dilantik, Safaat Pertegas Perjuangkan Jalan Ulumanda

On Senin, September 16, 2019

MASALEMBO.COM

Muhammad Safaat (Ist/masalembo.com)

MAJENE, MASALEMBO.COM - Beberapa saat usai dilantik menjadi anggota DPRD Majene periode 2019-2024, Muhammad Safaat, pemuda kelahiran Desa Kabiraan 26 Agustus 1988 ini mempertegas akan melanjutkan perjuangan pembangunan jalan Ulumanda.

Ia mengatakan, sedari lama ia banyak menghabiskan waktu dalam perjuangan di jalanan menuntut perbaikan jalan penghubung Kabupaten Majene dan Mamasa itu. 

Politisi berusia 31 itu baru saja lolos ke DPRD Majene melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kini ia memikul amanah sebagai wakil rakyat di parlemen daerah berpenduduk 169.072 jiwa.

Saat wartawan menemui usai pelantikan, Safaat mengaku akan teguh memegang komitmen terhadap rakyat. Dia lalu menceritakan kehadirannya di DPRD Majene tidaklah melewati jalan mulus. Banyak rintangan yang dia hadapi. Ia lantas membanting tulang demi membangun kepercayaan masyarakat berawal dari gerakan mahasiswa hingga kini menginjakkan kaki ke kursi parlemen.

"Jadi inilah jalan hidup saya, karena ini amanah maka harus dijaga sebaik-baiknya," ucapnya.

"Pertama yang ingin saya sampaikan bahwa dapil saya (Malunda dan Ulumanda) bisa dibilang daerah yang paling penting mendapat perhatian serius. Mungkin ini inti program saya kedepan, kita harus berjuang bagaimana pemerataan pembangunan, bagaimana daerah-daerah terpencil di Ulumanda dan Malunda bisa terkoneksi satu sama lain dengan daerah luar, kita perlu mendapat akses yang lebih baik," lanjutnya.

Safaat menerangkan, masalah jalan ke Ulumanda hingga kini belum selesai. Sebagai wakil rakyat yang mendapat mandat kontitusional ia mengaku harus kerja keras mempengaruhi pemerintah agar peningkatan pembangunan jalan terus ditingkatkan. 

"Koordinasikan terus, terkait dengan status jalan ini, apakah masih  bisa intervensi Pemkab Majene atau semuanya di provinsi, soalnya sampai saat ini masih ada tarik-menarik status jalan," terangnya

"Kalau statusnya sudah final jalan provinsi maka kita akan dorong terus ke Pemprov, tentu melalui Pemda Majene, tapi kalau masih bisa diintervensi kabupaten ya kita akan kordinasi ke teman-teman dewan," tutur alumni Pasca Sarjana STIA LAN Makassar ini.

Safaat mengaku, sejak 2013 sudah berbicara soal perjuangan jalan ke kampung halamannya Kecamatan Ulumanda. Ia juga kerap melakukan demontrasi terkait jalan yang menghubungkan Kabupaten Majene dengan Mamasa ini. Safaat pun bersyukur karena akses satu-satunya ke Ulumanda ini sudah mendapat perhatian Pemprov Sulbar meski belum maksimal. 

"Dulu Pemkab Majene juga ambil bagian dalam perbaikan jalan ke sana (Ulumanda, red), tapi beberapa tahun terakhir diambil alih Pemprov Sulbar, ya itu nanti yang kita akan dalami," ucap mantan aktifis mahasiswa Unismuh Makassar ini.

Selain soal jalan, Safaat juga menyorot pendidikan di Ulumanda. Menurutnya, masalah tenaga kependidikan perlu mendapat perhatian khusus. Kata dia, Ulumanda  butuh tenaga pendidik pada satuan pendidikan khususnya di daerah terpencil yang benar-benar komitmen. "DPRD saya kira punya peran membangun komitmen bersama melalui dinas," ucapnya.

Secara ril, dia mengatakan masalah yang harus diselesaikan adalah integritas guru dan tenaga kependidikan. Kerap, kata dia, guru di Malunda dan Ulumanda tidak fokus pada pendidikan karena berbagai faktor, diantaranya koneksi dan akses yang sulit. "Jadi masalah ini kompleks sebenarnya tapi kan harus diperjuangkan, diusahakan bersama, tidak boleh lagi Ulumanda hanya menjadi batu loncatan oleh oknum, banyak guru terangkat kesana tapi tidak mau tinggal di sana mengajar," katanya

Faat menilai, Kecamatan Malunda dan Ulumanda terkhusus di pegunungan cukup memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM). Namun hal tersebut harus dikelolah menjadi aset penting untuk mendukung kafasitas pembangunan pendidikan. 

"Ada banyak sarjana, mahasiswa, mereka ini harus terarah, inspirasi mungkin itu penting sekali."

Safaat mengatakan, akan memperjuangkan beasiswa untuk anak-anak desa di Ulumanda-Malunda. Harapannya potensi pemuda bisa diarahkan menjadi satu kekuatan besar yang mampu menopang upaya perbaikan ekonomi masyarkat. "Jadi pemuda pelajar kita perlu sekali mendapat pendidikan memadai, agar skil mereka terbangun. Inilah yang saya sebut menggunting generasi, bagaimana mengubah tradisi lama dari fasif menjadi aktif, pemuda harus disentuh dengan kreatifitas," harapnya.

Selain itu, ia juga banyak mengulas pelayanan kesehatan di desa-desa. Kendala yang ia temukan adalah jauhnya sarana kesehatan memadai dari masyarakat. Solusinya adalah mempermudah proses mobilisasi orang sakit ke Puskesmas dan Rumah Sakit. Dia menegaskan perlu adanya rumah singgah pasien di Majene terkhus bagi keluarga pasien yang datang dari jauh, begitupun jika ke Makassar. 

"Rumah singgah pasien memang benar itu sangat perlu, mendesak, kita prioritaskan," katanya.

Langkah awal kata dia, rumah singgah pasien di Majene terlebih dahulu dipikirkan mengingat banyaknya pasien yang dirujuk ke kota setiap saat. "Ini kan kita belum punya rumah sakit atau Puskesmas yang melayani jalan inap yang memadai, kebanyakan langsung dirujuk ke Majene," ucapnya. (har/red)

comments