Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Mateng Jalani Uji Kesesuaian Kompetensi, Ini Pesan Sekkab...

On Selasa, Oktober 08, 2019

MASALEMBO.COM

Pembukaan Uji Kesesuaian Kompetensi (job Fit) di aula Kantor Bupati, Senin (7/10/2019) 

MATENG, MASALEMBO.COM -- Sebanyak 24 Pejabat Lingkup Pemkab Mamuju Tengah, mengikuti Uji Kesesuaian Kompetensi (Job Fit) di aula Kantor Bupati Mateng.

Kegiatan yang berlangsung dua hari ini, terlaksana atas kerjasama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan. Dengan tujuan mendapatkan rekomendasi para assesort terhadap kesesuaian dan juga untuk menggali, memetakan kembali potensi dan kompetensi yang dimiliki. Sehingga para pejabat memperoleh data informasi yang aktual terkait pemahaman terhadap visi dan misi organisasi pemerintah daerah.

Kepala BKPP Mateng H Abd Latief Sittaring

"Job fit ini dilaksanakan 7 sampai 8 Oktober dan diikuti 24 pejabat tinggi pratama dan 3 pejabat eselon III-a," kata Kepala BKPP Mateng Abd Latief Sittaring. 

Sementara Sekkab Mateng H Askary Anwar mengatakan, uji kompetensi kesesuaian bagi pejabat pimpinan tinggi pratama ini dihelat tim pansel. Ini merupakan contoh budaya organisasi yang baik dalam memberikan penilaian potensi.

"Sehingga kita dapat mendorong kebijakan perbaikan indikator indeks profesionalitas," jelas Askary.

Ia mengaskan, kini informasi birokrasi dan inovasi layanan ada dimana-mana. Sehingga semua sektor layanan wajib berinovasi untuk memberikan service, sekaligus menjawab permasalahan masyarakat. "Semua ini tentunya harus dibarengi dengan nilai kompetensi yang kita miliki," ucapnya.

Sekkab Mateng H Askary Anwar 

Job Fit ini, sambung Sekkab, selain sebagai persyaratan pertimbangan bupati untuk mutasi, ini juga sebagai pembelajaran. Mengingat salah satu rekomendasi BPK menyebut, standar kompetensi dan SDM daerah ini, baik ditingkat aparatur desa hingga kabupaten dianggap masih sangat rendah. Sebab itu arah kebijakan akan mulai dari tahun 2020 dan seterusnya.

"Kita akan memberikan ruang untuk peningkatan kompetensi baik melalui diklat maupun pendidikan tertentu," ungkap Sekkab. 

Ia menyebut, kompetensi yang menjadi poin utama adalah integritas, loyalitas dan lain sebagainya. Itu dilakukan karena poin tersebut dinilai masih sangat jauh dari harapan. Sehingga mulai saat ini, pejabat atau pegawai akan dipetakan berdasarkan latar pendidikan. Posisi saat ini akan ditinjau apakah sudah sesuai korelasi dengan pekerjaan yang sedang digeluti. "Tahun depan kita akan sesuaikan kebutuhan agar kebijakan kita searah," tegasnya. 

Sekkab berharap, uji kompetensi kesesuaian diikuti sebaik mungkin agar bisa mendapatkan hasil yang baik pula. Hadir pada acara pembukaan Ketua Tim Assesor BPSDM Sulsel Sari Ekawati Syam SSos. (jml/riz) 

comments