Gelar Reses Tampil Beda, Mulyadi Bintaha Serap Aspirasi Masyarakat Malunda

On Monday, February 03, 2020

MASALEMBO.COM

Dr H Mulyadi Bintaha, M Pd saat mengelar reses di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. (Ist/Masalembo.com)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Reses awal tahun anggota DPRD Provinsi Sulbar, politisi partai Golkar Dr H Mulyadi Bintaha, M Pd mengunjungi Kabupaten Majene. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Sulbar itu menggelar kunjungan kerja reses di Kecamatan Malunda, Senin (3/2/2020).

Di Malunda, anggota Komisi IV DPRD Sulbar dapil Majene ini menggelar pertemuan di halaman kantor camat. Puluhan tokoh masyarakat dari 12 desa di Kecamatan Malunda hadir mengikuti reses perdana politisi partai Golkar ini. Tampak Camat Malunda Salahuddin, Sekretaris Camat Abdullah dan para staf kantor kecamatan lainnya di pertemuan ini.

Camat Malunda Salahuddin yang mengawali sambutan acara ini mengatakan, kunjungan kerja atau reses anggota DPRD Sulbar Mulyadi Bintaha ini disambut baik Pemerintah Kecamatan dan warga Malunda. Kunjungan kerja atau reses ini diharapkan dapat menjadi jalan untuk menyalurkan aspirasi masyarakat.


"Untuk kegiatan kunjungan kerja atau reses anggota DPRD Sulbar hari ini, kami menyampaikan undangan ke 10 desa dan 2 kelurahan. Barang kali khusus Kepala Desa ada yang tidak hadir karena bertepatan kegiatan di Majene. Tapi saya pikir semua ada perwakilannya," kata Salahuddin di awal kegiatan.

Pada kesempatan ini pemeritah kecamatan Malunda menyampaikan selamat datang anggota DPRD Sulbar H Mulyadi Bintaha di wilayah Kecamayan Malunda walaupun H Mulyadi sendiri adalah putra daerah Malunda-Ulumanda.

"Bapak anggota DPRD Sulbar ini adalah aset kita, beliau yang kita andalankan untuk memperjuangkan Malunda," ucap Sahaluddin.

Sementara itu, Dr H Mulyadi Bintaha, M Pd saat menyampaikan sambutan mengatakan, dirinya hadir untuk mendengarkan aspirasi atau mendengar usulan-usulan yang mungkin tidak bisa diakomodir di kabupaten. Harapannya, aspirasi tersebut bisa diakomodir di Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.


"Reses ini adalah tanggung jawab dunia akhirat, tidak ada lagi hubungannya dengan politik. Saya datang di sini ingin mendengar, saya ingin mencatat dan saya memperjuangkan," ucap H Mulyadi.

"Kalau tidak saya perjuangkan maka itu adalah tanggung jawab saya dunia wal akhirat," sambungnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Majene ini mengatakan, reses yang digelar hari ini berbeda dengan yang sebelumnya digelar para anggota dewan. Ia mengatakan, reses hari digelar tingkat kecamatan. Alasannya untuk menyerap aspirasi masyarakat lebih luas.

"Jadi reses ini reses tampil beda, kita laksanakan tingkat kecamatan, diundang para kelapa desa, anggota BPD, para kepala dusun, para imam dusun dan tokoh-tokoh masyarakat," ucap Mulyadi.

Politisi yang juga Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulbar ini mengatakan, jika selama ini reses yang kerap dilaksanakan anggota dewan hanya digelar di satu desa atau lingkungan tertentu dengan menghadirkan warga sekitar saja, namun reses yang ia lakukan kali ini menghadirkan perwakilan seluruh warga satu kecamatan.

"Ini tentu bisa mewakili aspirasi lebih luas, karena kita reses berbasis kecamatan. Tujuannya supaya lebih efektif untuk menyerap aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan di tingkat provinsi," ucap Mulyadi. (Adv/red)

comments