Soal Kematian Yus Yunus, Pimpinan DPRD Sulbar Bertemu DPD RI

On Tuesday, March 03, 2020

MASALEMBO.COM

Anggota DPRD Sulbar bersama anggota DPD RI foto bersama usai membahas penegakan hukum terhadap kematian Yus Yunus. (Ist)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Tragedi atas meninggalnya Yus Yunus yang diamuk sekelompok massa di Nabire, Papua, membuat pimpinan DPRD Sulawesi Barat melakukan koordinasi langsung untuk bertemu wakil ketua DPD RI dapil Sulbar, Dr Mahyuddin dan anggota DPR RI Ajbar.

Rombongan pimpinan DPRD Sulbar tiba di ruang wakil ketua DPD RI, Senin (2/3) pukul 14.00 WIB. Diantaranya Usman Suhuriah, Abdul Rahim dan Abdul Halim.

Wakil ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan pertemuan tersebut membicarakan tentang upaya percepatan penegakan hukum insiden kematian Yus Yunus di Nabire, Papua.

“Pimpinan DPRD Sulbar menempu upaya melalui jalur struktural, dimana kita juga punya senator perwakilan DPD RI Sulawesi Barat sebanyak empat orang, lalu kami meminta agar mereka juga mengambil bagian untuk berperan langsung dalam rangka mendorong percepatan penanganan hukum terhadap terbunuhnya sudara Yus Yunus,” kata Abdul Rahim, Selasa (4/3).

Menurut Abdul Rahim pada bertemuan tersebut perwakilan DPD RI Sulbar yakni,  Dr Mahyuddin bersama Ajbar sudah langsung akan mengagendakan rapat kerja dengan Kapolri Idham Azis untuk menayakan sejauh mana perkembangan dan penanganan kasus tindak kriminal atas terbunuhnya Yus Yunus beberapa waktu lalu.

“Kita sangat bersyukur karena wakil ketua DPD RI, Dr Mahyuddin dan Ajbar selaku senator kita menunjukan etikat baik, mereka komitmen dan mendorong penanganan kasus yang terjadi disana secara cepat, tegas dan transparan,” terang Abdul Rahim, politisi Partai NasDem itu.

Selain itu kata Abdul Rahim, juga telah melakukan pertemuan dengan ketua Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Asri Anas,  yang sejak awal memastikan proses pembunuhan warga Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat sudah berjalan.

“Alhamdulillah kemarin informasi langsung dari Pak Asri Anas bahwa ketua KKMSB di Papua dan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) serta  beberapa organisasi paguyuban kemarin sudah melakukan pertemuan dengan Kapolda Papua dan Kapolres Nabire. Sudah ada kesepakatan kemarin yang lahir," ujarnya.

"Pertama Kapolda Papua berjanji akan menindak tegas dan menangkap serta mengadili seluruh pelaku dibalik kematian sudara Yus Yunus. Kedua proses penanganan kasus ini akan dilakukan secara  transparan sehingga publik dan khususnya keluarga korban Yus Yunus maupun masyarakat dan Pemerintah Polewali Mandar serta Sulawesi Barat bisa memastikan, bahwa penegakan hukum atas kejadian ini benar-benar dilakukan secara tegak lurus,” terangnya.

Ditanya apakah nantinya DPRD Sulbar juga akan berangkat ke Papua untuk mengawal kasus tersebut. Abdul Rahim menjawab bahwa sementara membicarakan dengan unsur pimpinan DPRD Provinsi Sulbar. Apakah masih diperlukan atau turun langsung ke Papua. Tetapi konsep sementara ada kehendak yang kuat untuk langsung bertemu dengan Gubernur Papua dan Kapolda Papua untuk memastikan ada keseriusan dan komitmen yang kuat dari pemerintah Papua. 

Terutama sekali kepada Kapolda Papua untuk mendorong percepatan penegakan kasus  tersebut. Meski pun jika dilihat kasus tersebut adalah tindak kriminal. Namun, ini sudah dipersepsi oleh publik bahwa ini bukan lagi soal kriminal, tetapi dapat berpotensi bisa merambah kepersoalan yang  dapat terjadi konflik seperti suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).

“Karena itulah kita pimpinan DPRD Sulbar sangat berkepentingan untuk menganalisa agar persoalan ini benar-benar bisa kembali kondusif dan memberikan kepercayaan penuh kepada para penegak hukum dalam hal ini kepolisian untuk menyelesaikan persoalan ini secara hukum,” pungkasnya.

Sealin itu , Abdul Rahim juga mengimbau kepada masyarakat untuk colling down agar tidak terpancing dan terprovokasi untuk melakukan tindakan anarkis yang justru dapat memperkeru suasana.

"Saya meminta seluruh sudara saya, kawan-kawan saya, masyarakat saya baik yang ada di Sulawesi Barat maupun yang ada di wilayah provinsi lain yang ikut memberikan solidaritas dan empati. Agar kita bisa menciptakan suasana yang damai. Dan berikan kepercayaan kepada penegak hukum untuk memproses kasus ini. Dan juga berikan kepercayaan kepada kami (DPRD Sulbar) untuk terus mengawal kasus ini sampai benar-benar tegak dan rasa keadilan itu benar-benar bisa dihadirkan oleh seluruh penegak hukum yang ada,” harapnya. (red)

comments