-->

Hot News

Cegah Covid-19, Warga Sulbar Dihimbau Tak Mudik Jelang Puasa

On Friday, April 03, 2020

MASALEMBO.COM

Muhammad Idris saat menggelar Video Conference dengan awak media, Jumat, 3 April 2020. (Istimewa/Kominfo Sulbar)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menghimbau warga Sulbar tak mudik menjelang puasa tahun ini. Hal tersebut guna mencegah penularan Coronavirus Disease 2019 alias Covid-19. 

Sekretaris Provinsi Sulbar Muhammad Idris DP mengatakan, sebaiknya warga Sulawesi Barat di perantauan agar mengurungkan niatnya untuk mudik hingga situasi mewabahnya pandemi Covid-19 benar-benar berhenti. Hal demikian untuk mengurangi resiko penularan virus asal Wuhan China itu.

"Untuk sementara dikubur dalam-dalam keinginan untuk pulang mudik. Saya minta ke kawan-kawan pers untuk mengulang-ulangi (menyampaikan)," kata Idris, Jumat (3/4/2020). 

Idris mengatakan, akan jauh lebih baik jika warga Sulbar yang berada di perantauan tidak mengambil resiko yang dapat mengorbankan diri sendiri dan keluarga hanya karena keputusan untuk melakukan mudik. "Jangan ada lagi warga negara kita, di Kalimantan, di Jakarta, dari Papua, untuk sementara dikubur dalam-dalam keinginan itu untuk pulang mudik," pinta Idris. 



Idris menegaskan, saat ini Pemprov Sulbar sudah meminta kepada penyedia layanan transfortasi umum untuk berhenti beroperasi. Baik transportasi darat, laut maupun laut. Meski demikian, Sekprov Idris mengaku tak bisa menutup full akses lalu lintas dari dan menuju Sulawesi Barat, termasuk menutup bandara. Hal tersebut kata dia, merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. 

"Untuk pengangkutan umum, bus-bus termasuk fery untuk sementara kita hentikan. Menunggu situasi betul-betul normal baru kita operasikan kembali," ujarnya saat melalui aplikasi Zoom.

Sekprov yang mantan Kepala LAN Makassar itu mejelaekan, kalaupun karena adanya keterpaksaan sehingga ada warga yang harus mudik, maka Pemprov Sulbar langkah untuk mencegah penularan wabah Covid-19. Salah satunya menyediakan posko untuk melakukan screening bagi warga yang masuk di perbatasan. (*)

Adventorial

comments