Dampak Covid 19, Jasa Angkutan di Polman Sepi Penumpang

On Friday, April 03, 2020

MASALEMBO.COM

Seorang sopir angkot jurusan Polewali- Majene mangkal di depan RSUD Polewali (Foto: Asrianto S/Masalembo.com)


POLEWALI, MASALEMBO.COM - Mewabahnya Coronavirus Disease 2019 (covid 19) tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, namun juga berimbas terhadap perekonomian bidang transportasi. Sejumlah supir angkot di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat mengaku mengeluh akibat kurangnya muatan penumpang. 

Seperti Aco, salah satu supir angkot jurudan Majene-Polewali yang sering mangkal di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali. 

Aco mengatakan, jika sebelum wabah Corona, ia mampu mendapatkan sekitar Rp300 ribu dalam sekali narik. Namun sejak virus Corona mewabah penghasilannya menurun drastis dan bahkan kadang tidak mendapatkan penumpang. Otomatis biaya operasional lebih banyak dibanding penghasilan.

"Coba bayankan, sudah lebih satu minggu ini tidak ada muatan pak, mau makan apa anak istri di rumah. Bahkan uang setoran yang dulunya 100 ribu, kini hanya 30 ribu sehari saking tidak adanya muatan," keluhnya.

Bukan hanya mobil angkutan kecil saja yang mengeluh, tetapi perusahaan jasa angkutan antar provinsi juga demikian, bahkan sudah ada beberapa perusahaan yang berhenti beroperasi. Seperti perusahaan bus Pada Idi' Pada Elo' Sipatuo Sipatokkong (Piposs). 

Penanggung jawab sub Perwakilan Piposs Polewali, Tawakall mengatakan, imbas dari virus corona Bus Piposs telah berhenti beroperasi sementara sejak tanggal 24 Maret lalu akibat sepi penumpang. Rencananya Piposs kembali akan beroperasi pada tanggal 6 April mendatang.

"Bagaimana mau jalan kalau sepi penumpang dan banyak yang takut kelaur rumah. Mudah-mudahan virus ini segera berakhir dan bus akan kembali beroperasi," katanya via sambungan telepon.

Pantauan di Terminal Tipe A Tipalayo, Rea Timur, tampak sepi dari aktivitas. Koordinator Terminal Tipalayo Burhan mengatakan, sejak mewabahnya virus ini, aktivitas di terminal sepi. Hanya satu dua bus saja yang melintas dan beroperasi dibanding hari sebelumnya.

"Bus malam dan bus pagi antar Provinsi sudah jarang bahkan sudah ada yang tidak beroperasi lagi untuk sementara waktu," katanya. (*)

Laporan: Asrinto S
Editor: Harmegi Amin

comments