-->
https://rajaview.id/l1zfvR2Icz3Zr9hvg4vbpSO76Foy6i8uVNn6HXHq

Hot News

Bertambah 1 Pasien Positif Covid-19, Total Kasus di Sulbar Jadi 78

On Wednesday, May 20, 2020

MASALEMBO.COM

Ilustrasi (Inet)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Barat kembali mengkonfirmasi satu orang positif terpapar virus Corona, Rabu (20/5/2020). Pasien tersebut dinyatakan positif berdasarkan pemeriksaan hasil swab dari BBLK Makassar.

Anggota Tim Gugus Tugas Covid-19 Sulbar dr Ihwan mengatakan, tambahan satu kasus hari ini dari klaster Pontanakayang, Kabupaten Mamuju Tengah. Pasien berinisial KR berusia 17 tahun itu menjadi kasus ke 78 di Sulawesi Barat.

"Jenis kelamin laki-laki, saat ini dia di gedung karantina Salugatta Mateng," kata Ihwan via pesan elektronik WhatsApp, Rabu malam.

Ihwan mengatakan, selain kasus 78 dari Pontakayang, masih ada dua orang asal Polman yang hari ini juga terkonfirmasi positif. Namun, keduanya belum dilaporkan ke Tim Gugus Tugas Covid-19 pusat sehingga belum tercatat di data Covid-19 nasional.

Dengan demikian, maka hingga hari ini Sulbar telah tercatat 78 kasus positif virus Corona. Data selengkapnya sebagai berikut:

5 orang dari Majene (1 orang sudah dinyatakan sembuh, 4 orang diisolasi di ruang karantina RS Regional Mamuju Sulbar).

7 orang dari Mamuju (3 orang sudah dinyatakan sembuh, 4 lainnya diisolasi di ruang karantina RS Regional Mamuju)

7 pasien dari Pasangkayu (5 orang sudah sembuh, 1 orang dirawat di RSUD Pasangkayu, dan 1 orang isolasi mandiri dalam pengawasan Puskesmas dan Tim Gugus Tugas Pasangkayu)

37 pasien asal Mamuju Tengah (14 orang sudah dinyatakan sembuh, 5 orang dirawat di RS Regional Mamuju, 17 orang dirawat di gedung karantina PKM Salugatta, 1 orang meninggal dunia).

22 pasien dari Kabupaten Polman (1 orang sudah dinyatakan sembuh, 16 orang dirawat di RSUD Polewali, 4 orang isolasi mandiri di kediamannya masing-masing dan dalam pengawasan Tim Gugus Covid-19 Polman, 1 orang meninggal dunia). (*)

Laporan: Tim Masalembo.com
Editor: Harmegi Amin









comments