Gubernur Ali Baal Minta Pemkab Pantau Penyaluran Bantuan Sosial

On Tuesday, May 12, 2020

MASALEMBO.COM

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar saat membuka rapat koordinasi terbatas bersama Sekprov Sulbar Muhammad Idris dengan Wakil Ketua III DPRD Sulbar Abdul Rahim serta Forumforkopimda. (Foto: Kominfo Sulbar)


MAMUJU, MASALEMBO.COM -  Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar meminta Pemerintah Kabupaten melakukan pemantauan terhadap penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Hal itu disampaikan ABM dalam rapat koordinasi terbatas bersama Forkopimda dan para bupati se-Sulbar melalui video conference, Senin 11 Mei 2020.

"Saya harapkan Pemkab memastikan bahwa penyaluran bantuan sosial yang sudah berjalan, agar terus dipantau dengan baik," ucap Ali Baal.

Dikatakan, dalam penyaluran bantuan sosial memang masih ada yang belum terjangkau. Mungkin hal itu disebabkan adanya data penerima bantuan  yang masih tumpang-tindih dan perlu dibenahi. "Mungkin ada yang sudah meninggal tapi masih ada di dalam data atau ada yang baru tapi belum terdata. Ini semua yang harus kita benahi sekarang," pungkas Ali.

Ali Baal menyatakan, Pemprov Sulbar akan terus berupaya maksimal dalam melakukan penanganan terhadap dampak pandemi Covid-19, baik dari segi kesehatan, ekonomi maupun sosial, sehingga persoalan yang ada tersebut dapat diselesaikan dengan baik.

Wakil Ketua DPRD Sulbar, Abdul Rahim, di kesempatan ini mengatakan, pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap segala upaya atau kebijakan yang dilakukan Pemprov Sulbar. "Insya Allah kami DPRD akan memback up dan terus memberikan support, karena kami percaya pak gubernur beserta jajaran, dan juga seluruh Pemkab bekerja maksimal dan sekuat tenaga," ujar politisi Nasdem ini.

Melalui kesempatan itu, Abdul Rahim menyampaikan harapan agar terkait penanganan warga Dusun Kandemeng Desa Batulaya, Kecamatan Tinambung, Polewali Mandar, agar Pemprov Sulbar dapat memback up Pemkab Polman.

"Masyarakat Kandemeng berharap Pemprov Sulbar ikut memback up Pemkab Polewali Mandar, agar kondisi di sana bisa segerah pulih kembali," ucap Abdul Rahim.

Rahim mengungkapkan, saat ini Dusun Kandemeng memang menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Sulbar, yang mengakibatkan pergerakan ekonomi di sana hampir mengalami kelumpuhan total.

"Ini disebabkan adanya stikmatisasi, bahwa Kandemeng ini daerah yang sangat berbahaya, sehingga seluruh pedagang di sana betul-betul dijauhi masyarakat," ujar Rahim.

Menanggapi hal tersebut, Sekprov Sulbar Muhammad Idris, menyatakan, Pemprov Sulbar akan turun tangan membatu Pemkab Polewali Mandar dalam menangani pesoalan yang terjadi di Dusun Kandemeng. Tentunya, Pemprov akan turun tangan sepanjang ada informasi, bahwa Pemkab Polewali Mandar butuh dukungan cepat.

Idris berharap, Pemkab Polewali Mandar juga tetap melakukan pengawasan terhadap Dusun Kandemeng yang menjadi episenturum penyebaran Covid-19, sebab jangan sampai daerah tersebut dianggap sudah aman padahal tidak.

Mengenai bantuan sosial, Idris, kembali menegaskan apa yang disampaikan gubernur. Ia mengatakan, disamping melakukan pemantauan terhadap bantuan sosial dari kementerian, penyalurannya juga harus berdasarkan basis data yang sudah ada.

"Melakukan pemantauan memang penting, bantuan sosial dari kementerian  inikan sudah ada basis datanya, jadi kita jangan membuat data baru lagi," pungkasnya (adventorial).

comments