-->
https://rajaview.id/l1zfvR2Icz3Zr9hvg4vbpSO76Foy6i8uVNn6HXHq

Hot News

Hari Pertama Penyaluran, 4.307 Warga Majene Terima BLT

On Tuesday, May 12, 2020

MASALEMBO.COM

Bupati Majene Fahmi Massiara menyerahkan BLT kepada warga Pangaliali Kecamatan Banggae, Senin 11 Mei 2020. (Foto: Humas Setda Majene)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Sebanyak 4.307 Warga Kecamatan Banggae dan Banggae Timur, Kabupaten Majene menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), Selasa (12/05/2020)

Tercatat sebanyak Rp.2.584.200.000,- dana yang dibagikan untuk hari pertama penyaluran BLT tahap satu, Mei. Dana ini bersumber baik dari APBD Dana desa maupun APBD Daerah T.A. 2020.

Bupati Majene selaku penanggung jawab Tim Penyaluran BLT melakukan kunjungan dibeberapa tempat penyaluran. Diawali dari Kelurahan Labuang yang ditempatkan di SD Neg. 4 Tanjung Batu. 

Bupati Fahmi menyempatkan menyerahkan langsung BLT kepada warga sebesar Rp. 600.000,- dimana jumlah warga penerima pada Kelurahan Labuang sebanyak 216 KK. 

Ditempat ini Bupati Fahmi bertemu dengan Tim I yang diketuai Dandim 1401 Majene.
Bupati juga berbincang sejenak dengan para petugas dari PKM Lembang yang juga membagikan vitamin kepada semua warga penerima BLT.

Selanjutnya, Bupati Fahmi beranjak menuju SMP 4 Majene yang menjadi lokasi pembagian BLT Kelurahan Lembang dengan jumlah penerima 123 KK. Kemudian menuju Kantor Kelurahan Tande Timur dan Kantor Kelurahan Baurung.

Ada yang menarik yang dilakukan oleh Kelurahan Baurung dengan penerima BLT sebanyak 758 KK.

Setiap warga yang keluar dari lokasi penerimaan BLT akan diminta untuk menyelupkan tangannya kedalam tinta layaknya ketika meninggalkan bilik suara di TPS pada saat Pilkada atau Pemilu dan pada pergelangan tangannya juga distempel kelurahan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penerimaan dua kali oleh warga. 

Kunjungan Bupati ditutup di Boyang Assamalewuang Majene, yang ditempati oleh warga Kelurahan Pangali-Ali dengan jumlah terbanyak se Kab. Majene yaitu 865 KK.

"Sebagai Wujud transparansi uang yang diserahkan ke warga penerima tidak dikemas dalam amplop, melainkan langsung utuh tanpa pembungkus, ini untuk meminimalisir kecurigaan, karena warga sendiri diminta langsung menghitung uangnya di depan petugas," ujar Bupati Fahmi. 

Fahmi berharap, dana yang diterima oleh warga agar digunakan untuk kebutuhan pokok.

"Jangan digunakan untuk hal-hal yang konsumtif, karena kita tidak tau sampai kapan wabah Covid-19 ini, terutama menjelang Hari Raya Idhul Fitri, tentu warga akan sedikit meningkat biaya hidupnya," ungkapnya

Ia juga berpesan kepada para petugas yang ada di setiap lokasi untuk tetap mmemperhatikn kesesuain data dengan penerima. Jika ada kegandaan serta dianggap tidak layak menerima agar ditahan atau ditangguhkan pembayarannnya untuk dialihkan kepada warga yang lebih kayak menerima tetapi belum terdata pada tahap pertama. (*)


Laporan: Tim Masalembo.com
Editor: Misbah

comments