PT Qinfa Mining Industry Siap Menambang Batubara di Kotabaru

On Thursday, May 14, 2020

MASALEMBO.COM

Shirley Shie (tengah baju putih), dalam pertemuan dengan Pemkab Kotabaru di ruang rapat Setda. (Foto: Adi Putra/Masalembo.com)


KOTABARU, MASALEMBO.COM - Disaat perhatian seluruh masyarakat fokus menghadapi pandemi COVID-19, PT Qinfa Mining Industry (QMI) tetap fokus pada upaya bisnisnya untuk menambang batubara di Kotabaru. Tidak tanggung-tanggung, sekitar 5.728 hektar lahan siap ditambang oleh perusahaan asal China ini.

Keseriusan PT Qinfa Mining Industry untuk segera menambang disampaikan Shirley Shie, Presiden Divisi Investasi PT Qinfa Mining Industry dalam Pertemuannya dengan Pemerintah Kabupaten Kotabaru yang dihadiri Sekda Said Akhmad di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2020) lalu.

Shirley menyatakan pihaknya sudah siap untuk segera mengoperasikan tambangnya yang berlokasi di wilayah Kecamatan Kelumpang Selatan, Kelumpang Barat dan Pamukan. "Saat ini kami sudah proses pengeboran. Selama 10 bulan sudah mulai operasi produksi nanti,” jelas Shirley dibantu penerjemahnya.

Shirley juga menjelaskan bahwa perusahaannya akan menambang secara underground atau menggunakan terowongan. Adapun produksinya diperkirakan mencapai 10 juta ton pertahun. Produksi batubara itu tidak hanya untuk mensuplai pasar lokal, tapi juga akan diekspor untuk memenuhi permintaan luar negeri.

Said Akhmad dalam pertemuan itu juga kepada wartawan menyatakan bahwa Pemkab Kotabaru hanya berperan dalam advice planning berupa penyesuaian tata ruang. "Kita mendukung karena underground ini kan operasinya di bawah tanah jadi tidak mengganggu misalkan ada perkebunan di permukaan,” jelas Said.

Terkait perizinan, Said Akhmad menyatakan bahwa saat ini Izin Usaha Pertambangan (IUP) merupakan kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. Kepada pihak Qinfa Mining Industry, Pemkab hanya meminta komitmen untuk menggunakan minimal 50% tenaga lokal. “Mereka komitmen memberikan bantuan menghibahkan anggaran ke pemerintah daerah dalam rangka mendukung pembangunan infrastruktur, dan CSR-nya,” ungkap Said. (*)

Laporan: Adi Putra
Editor: Harmegi Amin

comments