Melawan Banjir, Kisah Petugas Verfak KPU Pasangkayu

On Saturday, June 27, 2020

MASALEMBO.COM

Petugas verfak dari PPS KPU Pasangkayu di tengah banjir akibat hujan deras di daerah ini. (Edison S/masalembo.com)


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Tahapan verifikasi dan faktualisasi syarat dukungan bakal calon perseorangan Pilkada 2020 bukanlah pekerjaan mudah. Apalagi jika verfak dilaksanakan di musim penghujan seperti saat ini di Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat. 

Ketika menjelang siang, Sabtu (26/6/2020) hujan lagi mengguyur seantero jagat kabupaten paling utara Sulbar ini. Akhir-akhir ini intensitas hujan memang cukup tinggi di daerah ini. Memang ada daerah yang hanya menerima hujan rintik-rintik, tetapi beberapa desa dilanda banjir. Hal ini tentu menyulitkan proses verfak oleh petugas penyelenggara Pilkada 2020.

Namun, petugas verfak dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) tak mau kalah. Mereka mensiasati cuaca dengan cara masing-masing.

Pantauan sejak pukul 7:00 Sabtu (26/6) pagi, para petugas verfak PPS sudah bersiap. Jatah tugas vertual hari pertama sudah disiapkan. LO dan Panwas desa pun sudah siaga. Seperti kelompok yang menamakan diri AB Three, tiga orang petugas verfak ini mulai mengendarai motornya masing-masing sedari pagi. Ada juga petugas PPS yang berboncengan dengan anggota Panwas. Mereka mendatangi rumah pertama, lalu rumah kedua. Begitu seterusnya sampai akhirnya rumah yang terakhir untuk hari ini. Ada yang bingung. Tak tahu dimana letak rumah yang dituju. Hingga harus bertanya kiri-kanan. Syukur selalu ada orang yang tahu rumah yang dituju pada akhirnya.      

Begitulah petugas verfak PPS ini menemui satu persatu pendukung yang diajukan oleh seorang bakal calon perseorangan. Sepintas terlihat mudah. "Kan cuma menemui saja. Lagian kalau rumahnya tak ditemui, kan ada LO tempat bertanya. Kalau LO juga nggak tau letak rumah pendukung, ya sama-sama jadi bingung. Belum lagi jalannya harus sama jajaran Panwas yang pandangannya sangat “awas”," kata salah seorang petugas verfak seraya menghembuskan tawa penuh canda.

Petugas itu mengaku makin bingung ketika harus angkat telepon dari anggota PPK yang selalu memonitor. "Seperti seorang ibu yang rewel. Buka WA, baca pesan dari pimpinan di KPU yang terus menyemangati. Seperti seorang bapak yang sok bijak. Maaf ya, cuma bercanda," ujarnya tertawa.

Menghadapi karakter LO yang berbeda-beda, lanjut petugas verfak ini, juga bukan perkara sepele. "Ada LO yang lemah lembut. Ada juga yang suka protes. Ada yang paham batasan tugasnya, tetapi ada juga yang tidak. Tetapi percayalah, dalam hati, mereka semua, baik LO maupun Panwas adalah orang baik. Cuma tanggungjawab saja yang kebetulan berbeda saat ini," pungkasnya. (*)


comments