-->

Hot News

Sedih, Lukman Kisahkan Sosok Mendiang Bupati Fahmi Massiara

On Monday, September 28, 2020

MASALEMBO.COM

Lukman Nurman, saat memberi keterangan kepada awak media di rumah duka mendiang Fahmi Massiara. (egi/masalembo)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Masyarakat Majene Provinsi Sulawesi Barat mendadak diselimuti duka, Senin (28/9/2020) siang. Betapa tidak, orang nomor 1 di daerah ini tiba-tiba dikabarkan meninggal dunia.

Bupati Majene Fahmi Massiara menghembuskan nafas terakhirnya pukul 12.10 WITA di Rumah Sakit Grestelina Makassar, Sulawesi Selatan. Fahmi meninggalkan seorang istri, satu putra dan dua orang putri. Jenazah almarhum saat ini sedang dalam persiapan untuk dipulangkan ke Majene. Informsi resmi dari pihak keluarga, jenazah almarhum akan dimakamkan besok sebelum salat dzuhur.

Saat ini, suasana rumah duka mendiang bupati Majene Fahmi Massiara di lingkungan Battayang, Kecamatan Banggae juga sudah didatangi para pelayat, kerabat dan para pegawai lingkup Pemkab Majene. Duka mendalam tampak di wajah-wajah mereka yang hadir. Pemda Majene bahkan mengeluarkan himbauan agar seluruh warga Kabupaten Majene mengibarkan bendera setengah tiang selama tiga hari sebagai tanda duka.


Diantara orang yang hadir di rumah duka, tampak wakil bupati H. Lukman Nurman. Lukman tampak berkaca-kaca, tak kuasa menahan kesedihan. Dengan nada terbata-bata Lukman sempat memberikan keterangan kepada awak media.

"Beliau itu adalah sosok pemimpin yang bijaksana, cukup disiplin dalam pemerintahan, dia mau mengatur pemerintahan ini berjalan sesuai dengan SOP yang ada," kata Lukman mengenang sosok bupati Fahmi Massiara.

"Dia mau bagaimana birokrasi ini betul-betul melayani sehingga dalam perjalanan beliau pemerintahan Majene kami nilai sangat bagus," ujar Lukman.

Lukman mengatakan, sosok mendiang Fahmi Massiara adalah pemimpin teladan yang peduli dan tegas. Fahmi, menurut Lukman adalah pemimpin yang menginginkan Majene dikelola secara profesional dari atas sampai ke tingkat bawah. 

"Beliau ingin semua aparatur menjalankan kewajiban mereka secara utuh dan baik sekali," ujar Lukman sedih. (ar/red)

comments