-->

Hot News

Buntut Demonstrasi Penolakan UU Cipta Kerja: PMII Sumenep Akan Laporkan Satu Media ke Dewan Pers

On Wednesday, October 14, 2020

MASALEMBO.COM

Katua Cabang sumenep Saat memberikan Orasi/Thofu


SUMENEP, MASALEMBO.COM Demonstrasi penolakan yang digelar Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berbuntut panjang pelaporan salah satu media ke Dewan pers. Selasa 13/10/2020

Pasalnya salah satu aktivis mahasiswa dari PMII merasa dirugikan atas pemberitaan salah satu media yang dinilai menyimpang dari kode etik jurnalistik sebagaimana diatur dalam Pasal 6 dan 7 Kode etik jurnalistik, yang dalam diksi tulisan pemberitaan tersebut tertulis "Doping Isap Rokok".

"Judulnya kan ditulis Tegar dan Ganas Lontarkan Orasi di Gedung DPRD Sumenep, Ternyata Gadis Cantik Ini Doping Isap Rokok, ini yang jadi persoalan untuk kami," tegas Ketua Cabang PMII Sumenep Achmad Heriyanto.

Di samping itu, menurut Achamad Heriyanto pemberitaan di salah satu media tersebut, tidak berdasarkan asas-asas keberimbangan  (cover both side).

Berita yang diterbitkan media itu, juga dianggap menyudutkan salah seorang kader Korpri PMII Sumenep yang saat itu menjadi orator aksi pada demo menolak UU Ciptaker di depan Gedung DPRD Sumenep, bukan memuat substansi dari isi orasi yang disampaikan orator

"Pada waktu demonstrasi tolak UU Omnibus Law Ciptaker di depan kantor DPRD Sumenep, kami sangat menyayangkan pemberitaan yg di lakukan oleh media Bongkar86, ada istilah yang kurang baik (Doping) ditulis oleh media tersebut," bebernya.

Atas hal itu, Yanto mengaku akan melaporkan media tersebut ke Dewan Pers. Sebab, hingga kini redaksi dari media yang bersangkutan belum ada itikad baik berupa permintaan hak jawab kepada kader ataupun pengurus cabang PMII Sumenep.

"Kami Pengurus Cabang PMII Sumenep akan melaporkan media tersebut ke dewan pers." Tegas pemuda alumnus Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep itu.

Selain itu Yanto juga sangat menyayangkan sikap dari pihak kepolisian yang juga ikut mengomentari dan menyebarkan video yang terkesan menyudutkan personal dan kelembagaan PMII.

"Hal itu sangat tidak mencerminkan sebagai polisi yang harusnya menjaga kondusifitas daerah," tukasnya.

Menanggapi hal itu, Kapolres Sumenep AKBP Darman mengaku tidak tau menahu soal dugaan adanya keterlibatan oknum anggotanya yang ikut memviralkan dan terkesan menyudutkan kader putri PMII Sumenep.

"Kan harus di telusuri dulu, siapa yang mengambil gambar dan memviralkan pertama. Juga harus dibuktikan secara sincetivic," terangnya, saat dikonfirmasi melalui pesan WA pribadinya.

"Nanti biar saya telusuri mas," pungkas Darman. (Thofu)

comments