-->

Hunian Sementara Pekerja Migran akan Dibangun di Tanjung Silopo Polewali

On Friday, November 27, 2020

MASALEMBO.COM

Ali Baal Masdar (Foto: Farid/Kominfo Sulbar)


MAMUJU, MASALEMBO.COM - Gedung Shelter atau hunian sementara bagi pekerja migran dengan kapasitas tampung 1000 orang direncanakan bakal dibangun di Pelabuhan Tanjung Silopo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Hal tersebut dibahas dalam rapat perencanaan pembangunan Gedung Shelter yang dipimpin Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, didampingi Kepala Bappeda Khaeruddin Anas, para Staf Ahli Gubernur dan dihadiri pihak konsultan di ruang kerja Gubernur Sulbar, Kamis 26 November 2020.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengemukakan, pembangunan gedung shelter merupakan tindaklanjut dari kunjungan Kepala BP2MI beberapa waktu yang lalu, dimana disampaikan bahwa Menteri Sosial akan memberikan bantuan berupa pembangunan Gedung Shelter. "Rencana pembangunan Gedung Shelter perlu diapresiasi dengan baik dan berharap semua unsur terkait harus betul-betul memaksimalkan kinerja," kata Ali Baal.

Sementara, Kepala Bappeda Khaeruddin Anas menyampaikan, Pemprov Sulbar telah melakukan komunikasi yang baik sehingga mendapatkan respon positif dari Kementerian Sosial dengan kesiapan bantuan pembangunan Gedung Shelter tersebut.

Dijelaskan, kegiatan itu merupakan tindaklanjut dari kunjungan Gubernur Sulbar kepada Kementerian Sosial pada tanggal 16 November 2020 terkait pembahasan rencana pembangunan Shelter atau RPTC (Rumah Perlindungan Trauma Center) yang tujuannya akan dijadikan hunian sementara bagi para pekerja migran Indonesia yang akan ditampung di Pelabuhan Tanjung Silopo. Para imigran tersebut akan dipulihkan sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar didampingi Kepala Bappeda Khairuddin Anas, para Staf Ahli Gubernur dan pihak Konsultan, saat menghadiri rapat perencanaan pembangunan shelter di ruang kerja Gubernur Sulbar, Kamis 26  November 2020. (Foto: Farid/Kominfo Sulbar)


"Perlu diketahui tidak hanya bagi para pekerja migran asal Sulbar, melainkan seluruh warga Indonesia yang telah dipulangkan dari Malaysia akan ditampung di Gedung Shelter. Maka dari itu shelter tersebut akan dibangun oleh Kementerian Sosial itu sendiri," ungkapnya.

Rencana pembangunan Gedung Shelter telah mendapat persetujuan dari Menteri Sosial, bahkan tidak hanya itu biaya makan dan minum juga ditanggung oleh Kementerian.

"Kemarin Pak Gubernur menghadap kepada Pak Menteri Sosial untuk bagaimana pembangunan shelter ini bisa dibangun dan Alhamdulillah langsung disetujui oleh pak menteri. Insya Allah di awal bulan Januari ke depan Menteri Sosial akan datang ke Polewali Mandar," tambahnya. (Farid/red).

comments