-->

Semangat Kelola Lingkungan, Pemkab Majene Resmikan TPS3R di Kecamatan Malunda

On Monday, November 16, 2020

MASALEMBO.COM

Tampak PJs Bupati Majene HM Natsir di peresmian TPS3R di Kecamatan Malunda. (Foto: Humas Setda Majene)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Pemerintah Kabupaten Majene meresmikan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), Senin (15/11/2020). TPS3R yang berada di Kecamatan Malunda itu segera akan beroprasi setelah Pemda Majene menerima penyerahan aset tersebut dari Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulawesi Barat.

Bangunan hanggar seluas 20 x 10 meter ini dilengkapi 2 unit motor 3 roda, 1 unit mesin pencacah sampah organik, 1 unit mesin pengayak dan 1 unit mesin pres hidrolik. Penyerahan dari BPPW Sulbar diterima secara langsung oleh Pjs Bupati Majene HM Natsir di Kelurahan Malunda.

Pembangunan TPS3R ini dikerjakan selama 150 hari mulai 27 Mei hingga 23 Oktober 2020. Program ini menghabiskan anggaran sebesar Rp600 juta. TP3SR Malunda dikelola oleh KPP Siamasei dan akan menggunakan teknologi pembuatan kompos yaitu metode open window, sebagai bagian dari pengelolaan sampah organik.

Kepala BPPW Sulbar Normansjah Wartabone mengatakan, pembangunan TPS3R dan sarana sanitasi juga dibangun di Sendana. Program ini tidak lepas dari upaya Pemda Majene yang saat itu masih dipimpin almarhum Fahmi Massiara.

Normansjah mengatakan, masyarakat sekitar perlu bersyukur karena 20 kelurahan dan 62 desa di Majene program tersebut akhirnya ditempatkan di Kecamatan Malunda.

"Kami hanya menjalankan apa yang menjadi usulan dari Pemda yang saat itu berkeinginan keras, agar pembangunan TPS3R dan sarana sanitasi masyarakat bisa terwujud di lokasi ini," ujarnya.

Ia juga menambahkan, agar mesin pengelolaan sampah tersebut bisa berjalan maksimal. "Jangan saat proses pencatatan nanti, fasilitas lain banyak yang hilang. Ketika mau mencatat, bak sampahnya ada tapi motornya sudah tidak ada,dan pengelola hanya saling tunjuk," harapnya.

Pjs Bupati Majene HM Natsir dengan nada bercanda mengatakan, bagunan tersebut kokoh dan sangat baik, namun jangan sampai dialih fungsikan ke sarana olahraga. Kata Natsir, KSM harus mampu mengoprasikan, merawat dan memelihara sarana tersebut. Meski demikian, mantan Pjs Sekda Pasangkayu itu mengaku sangat mengapresiasi Kementrian PUPR melalui BPPW Sulbar yang telah memberikan bangunan tersebut untuk peningkatan derajat kesehatan dan ekonomi masyarakat di Majene.

Natsir berharap, KSM dan KPP terus memperkuat kelembagaanya. "Jangan ketua dan sekertaris saja yang hidup, harus ada distribusi job pekerjaan yang bisa dilakukan bersama anggota lainnya,” Asisten I Setda Pemprov Sulbar itu.

Natsir juga mengatakan fasilitas yang telah terbangun tersebut merupakan aset yang harus dikelola sekaligus menjadi tanggung jawab, yang nantinya membutuhkan laporan pelaksanaan sebagai bahan evaluasi, apakah perlu dilakukan intervensi baik itu dari sisi penggangaran dan lainnya.

Ia berharap kegiatan tersebut akan semakin membangkitkan semangat mengelola lingkungan agar bisa bermanfaat, berkelanjutan, bagi anak cucu di masa yang akan datang.

“Jangan kita menitipkan air mata buat anak anak kita, tapi wariskanlah mata-mata air untuk kehidupan, itulah hakikat dan inti pertemuan kita," Natsir. (ar/red)

comments
close
Banner iklan disini