-->

Baguna PDI Perjuangan Bakal Tanam 3000 Pohon Jati di Majene

On Minggu, Februari 21, 2021

MASALEMBO.COM

Bupati Majene Lukman Nurman saat menerima kader PDI Perjuangan dan Kepala BPBD Darno Madjid, Minggu, 21 Februari 2021. (Foto: Sufyan Ilbas)


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Penanggulangan Bencana (Bagana) PDI Perjuangan merencanakan penanam 3000 pohon di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Pohon yang bakal ditanam lembaga kebencanaan partai pimpinan Megawati Soekarno Putri itu adalah jenis kayu jati. Lokasi penanaman di area aliran sungai abaga Kecamatan Banggae.

"PDI Perjuangan dalam satu dekade ini memang sangat konsentrasi pada penanaman pohon atau penghijauan. Jadi (program ini) adalah bagaimana kita dapat memelihara sungai abaga (di Majene)," kata Ketua DPC PDI Perjuangan Majene Muhammad Wahyu usai bertemu bupati Lukman, Minggu (21/2/2021).

Muhammad Wahyu dan sejumlah kader PDI Perjuangan termasuk anggota DPR RI Arwan Aras bertemu bupati Lukman di rujab bupati Majene. Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala BPDB Provinsi Sulbar, Darno Madjid.

Saat pertemuan itu, Wahyu mengaku beterima kasih telah disambut baik Pemda Majene. Sehingga program ini diharapkan berjalan dengan baik. 

"Alhamdulllah Pemkab Majene dapat menerima kami untuk dapat melakukan penanaman pohon sebanyak 3000 bibit pohon jati putih disana," ujarnya.

Wahyu mengatakan, melihat kondisi sungai abaga saat ini, tampak debit air sudah sangat kurang. Padahal sungai ini adalah sumber utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mandar Kabupaten Majene.

"Bibit pohon jati putih ini kita ambil dari Mekkatta (Kecamatan Malunda),
ini adalah program dari PDIP," terang Wahyu.

Bupati Majene Lukman Nurman, juga sangat senang dengan adanya bibit pohon dari Bagana PDI Perjuangan itu, karena akan dapat memberikan penghijauan di sumber air Kota Majene yaitu di Abaga.

"Kalau bisa secepatnya dapat kita laksanakan, paling lambat hari Jumat dapat dilakukan penanaman pohon," tutur Lukman.

Bupati pun langsung merespon dengan memerintahkan Kepala Dinas Pertanian untuk mrngatur jadwal penanaman dengan menghadirkan camat, lurah, kepala lingkunhan, penyuluh hingga kelompok tani.

"Kami berharap ini bukan seremonial saja dalam penanaman pohon, karena ini adalah merupakan keberlangsungan lingkungan bagi anak cucu kita," pungkas bupati penerus mendiang Fahmi Massiara itu. (Har/Red)

comments