-->

Hari Terakhir Menjabat, Lukman Tak Kuasa Bendung Air Mata Saat Bertemu Warga Rutan

On Sabtu, Juni 26, 2021

MASALEMBO.COM

Bupati Majene Lukman (kanan) saat berada di rutan Majene untuk penyerahan sertifikat tanah hibah Pemda Majene. [Foto: Sufyan Ilbas]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Hari terakhir menjabat bupati Majene Sabtu, 26 Juni 2021, air mata Lukman tetiba jatuh di saat mengunjungi Rumah Tahanan (Rutan). Bupati Lukman hadir di Rutan Kelas II Majene atas undangan penyerahan sertifikat tanah dari Pemkab Majene kepihak rutan.

Air mata Lukman tampak mengalir sebelum masuk acara penyerahan sertifikat tanah hibah dari Pemda. Saat itu pihak rutan memutar video tentang aktifitas Bupati bersama Rutan Majene. Disitulah tampak mata Lukman sembab, bahkan undangan lain yang hadir tampak ikut meneteskan air mata.

Kasubag Protokler Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Sufyan Ilbas yang turut hadir dalam acara itu mengatakan, sejak dimulainya kegiatan, suasana haru sudah terasa. Terlebih kedekatan Bupati dengan Rutan Majene sudah sedari dulu, sehingga acara penyerahan sertifikat dikemas layaknya perpisahan. "Pihak Rutan kelas II Majene menyiapkan video kebersamaan dan ucapan terima kasih kepada Bupati Majene. Sontak seluruh ruangan berubah menjadi sedih dan haru. Bupati Majene terus menyeka air matanya yang jatuh," kata Sufyan.

Suasana haru makin terasa saat para narapidana tampil membawakan lagu Mandar. Bupati dan tamu lainnya kembali meneteskan air mata bahkan para napi yang bermain musik juga tampak tak kuasa menahan air bening yang jatuh sudut mata mereka.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulbar yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan Bimbingan dan TI Subakdo Wulandro di kesempatan ini mengaku, melihat penyambutan Rutan Majene tampak kedekatan antara bupati Lukman dengan pihak rutan. Bupati Majene kata dia telah memperlakukan mereka layaiknya kepala dinas bukan lagi instansi vertikal.

"Saya terharu, dan mendoakan bapak yang terbaik, saya sudah bertugas di beberapa tempat di Indonesia, apa yang bapak lakukan ini tidak banyak yang dilakukan di daerah lain," ujarnya.

Bupati Majene Lukman mengatakan hanya 13 jam lagi ia akan meninggalkan jabatannya. Ia sangat bahagia karena di masa tersebut ia bisa menunaikan janjinya untuk menyerahkan sertifikat hibah tanah ke rutan Majene. Lukman mengungkap, bersama Perkim, BPN, Bapenda ia terus berkolaborasi meski melalui proses yang panjang.

"Alhamdulillah doa kita diijabah, dan tidak ada utang yang saya tinggalkan untuk Rutan," ucapnya.

Bupati Lukman di detik-detik terakhir masa jabatannya juga merasa sangat istimewa dengan penyambutan Rutan Kelas II B Majene. Kepada narapida mantan wakil bupati ini berpesan untuk tetap sabar dan semangat. "Semua ada waktunya, akan indah pada saatnya, biar kata orang kita terpuruk tapi kita akan bangkit dan memiliki semangat luar biasa," ujar Ketua DPD Golkar Majene itu.

Di kesempatan tersebut Lukman kembali mengucapkan permohonan maaf jika selama ini ada hal kurang berkenan dan yakin kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang akan dilantik besok akan lebih bagus darinya.

Kepala Rutan Kelas II B Majene Rasbil juga mengucapkan terima kasih kepada Pemda Majene atas tanah hibah yang telah diserahkan. Tanah itu sebelumnya telah ditanami jagung, cabe, terong dan timun. Di lahan yang dihibahkan tersebut cukup banyak pohon kelapa yaitu 350 pohon. Bahkan buahnya juga dimanfaatkan saat bulan puasa lalu diolah menjadi minuman takjil bagi penjaga .

Tampak hadir juga, Kepala BPN Majene, Kadis Perkimtan Majene, Kepala Bapenda dan undangan lainnya. (Hr/Red)

comments