-->

Mahasiswa e-KKN Unimen Kagum Tradisi Maballa di Dadeko Enrekang

On Senin, Agustus 09, 2021

MASALEMBO.COM

Kelompok empat mahasiswa e-KKN Unimen Enrekang [Bukhairul Iman]


ENREKANG, MASALEMBO.COM - Sejak ratusan tahun lalu, tradisi maballa di Dadeko masih dipertahankan hingga saat ini. Mahasiswa e-KKN Universitas Muhammadiyah Enrekang (Unimen) melakukan observasi terkait tradisi itu, Sabtu, 7 Agustus 2021.

Kegiatan observasi tersebut dilaksanakan oleh kelompok 4 mahasiswa e-KKN Unimen. Kegiatan observasi telah mendapat izin dari Ketua Adat di Dusun Dadeko (sebutannya Bilala’).

Tradisi maballa adalah sebuah tradisi kebudayaan yang dilakukan dengan cara berkumpul dan makan bersama menggunkan alas makan daun jati. Daun jati sendiri dipilih karena dapat membuat makanan menjadi lebih wangi.

Maballa merupakan tradisi turun temurun yang telah ada sejak puluhan tahun yang lalu, bahkan sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut informasi yang didapat dari Ketua Adat, Puang Sudi, beliau lahir pada tahun 1931, maballa ini sudah ada bahkan sebelum dia lahir. Tradisi itu bahkan tidak bisa diperkiraan kapan mulai munculnya.

"Tradisi maballa ini awalnya dibawa oleh masyarakat Desa Kaluppini yang masuk ke Dadeko, lalu masyarakat Dadeko pergi ke Kaluppini dan pulang membawa tradisi maballa yang kemudian berkembang hingga saat ini," ungkap Puang Sudi, Ketua Adat Dadeko.

Marwah, salah satu mahasiswa e-KKN Unimen yang tergabung dalam kelompok empat mengungkapkan tradisi maballa ternyata juga direspon baik dari semua golongan, tak terkecuali anak-anak. Andira (10) mengatakan bahwa ia sangat suka dengan adanya tradisi maballa ini.

“Saya suka kalau ada maballa karena kita bisa makan sapi dan kumpul sama teman-teman makan bersama-sama, seru sekali," katanya saat ditemui kontributor Maslembo.com, Enrekang, Senin (9/8/2021)

Sementara, Niar yang juga koordinator kelompok empat e-KKN Unimen megaku takjub dengan tradisi atau budaya maballa di Dadeko, Desa Rossoan, Kabupaten Enrekang. Selain mempertahankan eksistensi budaya Niar juga kagum warga mampu menjadikan tradisi maballa sebagai ajang memperkuat keharmonisan dalam bermasyarakat.

"Masyarakat Dadeko memiliki kerja sama yang tinggi dalam upaya mempertahankan tradisi maballa ini. Tradisi yang ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu dan menjadi warisan para leluhur," ujar Niar. (El/Red)

comments