-->

Gempa Guncang Mateng Berkekuatan 4,9 Magnitudo, BMKG Keluarkan Himbauan

On Minggu, September 26, 2021

MASALEMBO.COM

Ilustrasi [net/ist]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Majene mengeluarkan himbauan pasca gempa 4,9 magnitudo yang terjadi, Minggu (26/9/2021) petang.

BMKG menghimbau agar warga tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tak jelas sumbernya.

"Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," demikian himbauan BMKG Majene, Minggu petang, diterima masalembo.com via pesan elektronik.

BMKG juga menghimbau agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah."

Pihak BMKG meminta setiap orang memastikan informasi yang diterima yang resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Instagram dan Twitter @infoBMKG), kemudian website di (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), serta telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.

Sebelumnya, BMKG mencatat gempa tektonik pada pukul 16:32:48 WIB. Info pendahuluan BMKG menunjukkan gempa ini berkekuatan 5,0 magnitudo namun dilakukan pemutakhiran menjadi 4,9 magnitudo.

Pusat atau episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,29° LS ; 119,19° BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 39 km arah Barat Daya Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Gempa direkam pada kedalaman 36 km.

Kepala Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Bambang Setiyo Prayitno dalam rilisnya menjelaskan, gempabumi ini merupakan gempa dangkal yang dipicu aktifitas sesar naik Mamuju.

"Jenis dan mekanisme gempabumi dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar naik Mamuju. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault)," jelasnya melalui keterangan tertulis.

Dia menjelaskan, guncangan gempabumi ini dirasakan di Mamuju Tengah (III-IV MMI) dan Mamuju (III MMI). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Kemudian hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. (Hr/Red)

comments