-->

Samahudin Bangun Tugu Religi Sebagai Icon Buton Tengah

On Jumat, September 10, 2021

MASALEMBO.COM

Bupati Buteng saat mengawasi pembangunan tugu religi (Rey/masalembo.com)


BUTON TENGAH, MASALEMBO.COM - Disamping pembangunan infrastruktur yang terus berjalan demi kesejahteraan masyarakat, Bupati Buteng juga berkarya untuk dipersembahkan kepada masyarakat secara umum. Kali ini, orang nomor satu di Buteng itu tengah membangun sebuah tugu religi yang diklaim sebagai icon Buteng.

Terletak di simpang lima Labungkari, tugu religi itu terus digenjot pengerjaannya. Ditempatkan di lokasi strategis, proyek yang menelan anggaran lebih dari Rp 10 miliar itu diyakini Samahudin akan ramai dikunjungi dikunjungi masyarakat lokal maupun dari daerah lain. Sebab sambung bupati, Buton Tengah dikenal sebagai daerah pariwisata yang terkenal hingga tingkat nasional.

Demi hasil yang maksimal, Bupati Buteng tak hanya memberikan instruksi dari mejanya tetapi turun langsung mengawasi proses pembangunan tugu religi. Hal ini bukan hanya berlaku pada pembangunan tugu religi saja tetapi semua proyek pembangunan milik pemda selalu diawasi langsung oleh bupati.

"Tugu religi ini nantinya akan menjadi icon daerah yang mencerminkan keislaman. Ini juga sesuai dengan visi-misi saya untuk membangun Buteng yang berkah juga menggambarkan nilai budaya dan tradisi masyarakat Buteng sebagai daerah yang religius," ucap bupati, Senin (6/9/2021).

Bupati Operasikan Alat Berat Bantu pekerja Tugu Religi

Bupati Samahudin mengungkapkan tugu berkah Buton Tengah akan rampung pengerjaannya sebelum pergantian tahun ini. Demi percepatan pembangunan, ia kerap turun langsung ke lokasi pembangunan mengawasi bahkan turut ikut membantu para pekerja dengan mengoperasikan alat berat yang ada.

Ketua DPD PDIP Buton Tengah ini mengungkapkan sebelum menjadi seorang bupati dirinya memiliki latar belakang sebagai seorang kontraktor. Bekerja di lapangan dengan berteman teriknya matahari maupun hujan bukanlah sesuatu yang baru dirasakan oleh bupati pertama pilihan masyarakat Buteng itu.

"Tidak usah heran melihat saya bisa mengoperasikan alat berat. Pekerjaan semacam ini sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari sebelum menjadi bupati. Kalau bukan dasar saya seorang kontraktor mana mungkin saya bisa jalankan alatnya. Kalau panas dan hujan itu sudah biasa. Sudah resiko pekerjaan lapangan seperti itu," kata Samahudin.

Tugu Religi Buteng Mencerminkan Keislaman

Tugu Religi Buton Tengah didesain dengan mencerminkan nilai-nilai keislaman. Pembangunan tugu religi yang berada di simpang lima Labungkari mencerminkan lima waktu shalat yang wajib dijalankan umat Islam sehari-semalam.

Desain tugu religi Buton Tengah (Rey/masalembo.com)


Tugu religi juga memiliki 17 anak tangga yang bermakna 17 rakaat dalam pelaksanaan shalat wajib, yakni empat rakaat shalat isya, dua rakaat shalat subuh, empat rakaat shalat dhuhur, empat rakaat shalat ashar dan tiga rakaat shalat maghrib. Disamping itu tugu religi memiliki lima sisi yang erat kaitannya dengan rukun islam yakni mengucap dua kalimat syahadat, menunaikan shalat, mengeluarkan zakat, menjalankan puasa dan menunaikan haji bagi yang mampu.

"Di dalam tugu maupun di sekitar bangunan nantinya akan dihiasi dengan tulisan kaligrafi Arab untuk menambah kesan nilai keislamannya," tutur Samahudin saat mengawasi proses pengecoran lingkaran tugu berkah di Labungkari, Kamis (9/9/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum (PU) Buteng, Aminuddin menuturkan adanya pembangunan tugu berkah nanti dapat menambah nilai keindahan di daerah dengan julukan negeri 1.000 gua itu. Apalagi lokasinya yang cukup strategis dengan berada di simpang lima. Tugu religi itu terletak tepat di tengah jalur lintas yang menghubungkan empat kecamatan, yaitu Lakudo, Gu, Mawasangka Timur dan Mawasangka.

Kepala Dinas PU Buteng, Aminudin (Rey/masalembo.com)

"Pembangunan tugu religi di simpang lima Labungkari ini merupakan ide yang cemerlang dari seorang bupati Buteng. Dan ini patut untuk kita banggakan. Posisinya di simpang lima menjadikan tugu religi selalu dilewati oleh arus lalu lintas. Bukan hanya masyarakat Buteng setempat, tugu religi Buton Tengah juga bisa dilalui dan menjadi penghubung antar wilayah," ujar Aminudin.

Hadirnya tugu religi kata Aminudin juga bisa berdampak dengan meningkatnya kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah yang ditunjang dengan berbagai lokasi wisatanya. Dengan hal itu maka akan menstimulasi perputaran ekonomi masyarakat yang beraktivitas di sekitar tugu.
(Adv).

comments