-->

Warga Demo Hingga Segel RS Pratama Salutambung, Ini Tuntutan Mereka

On Sabtu, September 04, 2021

MASALEMBO.COM

Salah satu gedung RS Pratama Salutambung disegel oleh warga [is/masalembo.com]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Puluhan pemuda warga Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda melakukan aksi unjuk rasa, Sabtu (4/9/2021). Aksi yang digelar di Jalan Trans Sulawesi Poros Majene-Mamuju itu menuntut perbaikan sanitasi lingkungan Rumah Sakit Pratama Majene yang berlokasi di Desa Salutambung.

Pemuda Salutambung menggelar aksi unjuk rasa di Jl. Trans Sulawesi depan RS Pratama Salutambung [ist/masalembo.com]

Massa aksi hingga melakukan penyegelan Rumah Sakit milik Pemda Majene di daerah tersebut. Warga menilai, pembangunan Rumah Sakit bertipe D itu, melanggar ketentuan Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL).

Kordinator Aksi Aco Nursyamsu mengatakan, aksi demo hingga penyegelan Rumah Sakit sebagai upaya kontrol masyarakat terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan. Ia mengaku akan terus menyegel bangunan Rumah Sakit itu hingga adanya kepastian pengerjaan sanitasi di wilayah rumah sakit yang dibangun akhir tahun 2020 itu.


"Kami menuntut Pemda Majene melaksanakan kewajiban UKL-UPL. Apabila kewajiban tidak diindahkan dalam awal bulan September, maka masyarakat Salutambung meminta Kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan agar mencabut izin lingkungan RS Pratama sesuai dengan perundang-undangan," ujar Aco.

Para pemdemo juga menolak wacana RS Pratama sebagai tempat isolasi pasien Covid-19. Mereka tak ingin RS Pratama itu menjadi tempat isolasi yang berpotensi meresahkan masyarakat setempat.

Pendemo usai segel RS Pratama Salutambung [ist/masalembo.com]

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Majene dr Rakhmat Malik mengatakan pembangunan RS Prtama sudah melalui proses UKL-UPL. Namun, pembangunan sanitasi lingkungan belum dikerjakan sebab keterbatasan anggaran Pemerintah Daerah.

"Kalau di sana (RS Pratama) bukan Amdal namanya tapi UPL, kita sudah lakukan itu, namun karena keterbatasan anggaran jadi drainasenya memang belum (dikerjakan)," kata Rakhmat, Selasa (31/8) lalu.

Kadindes mengaku, sudah mengusulkan tambahan anggaran pembangunan drainase pada APBD Perubahan 2021. Ia meminta masyarakat agar bersabar sebab pembanguan rumah sakit memang memutuhkan waktu. 

"Rumah Sakit di Polman saja butuh waktu 3 tahun untuk dapat difungsikan," ujar mantan Direktur RSUD Majene itu. (Hr/Red)


comments