-->

Bupati Pasangkayu: TPP Dipotong Karena Ketua Tim Anggaran Tidak Cermat Saat Pembahasan

On Jumat, Oktober 22, 2021

MASALEMBO.COM

Yaumil Ambo Djiwa [ist]


PASANGKAYU, MASALEMBO.COM - Menyikapi soal pemotongan atau pemberhentian penerimaan tambahan penghasilan pegawai (TPP) di Kabupaten Pasangkayu, Bupati Yaumil Ambo Djiwa angkat bicara. Menurutnya, kebijakan pemotongan TPP ini dilakukan dikarenakan adanya kekurangan gaji ASN di tahun 2021 sebesar Rp23 miliar.

"Penganggaran tahun 2021 dibahas dan disahkan Desember tahun 2020. Sementara saya dilantik bulan 2 tahun 2021. Seharusnya pak Sekda sebagai Ketua Tim Anggaran lebih cermat menghitung saat pembahasan," ungkap Yaumil saat diwawancarai di rumah jabatannya, Senin (18/10/2021).

Yaumil mengungkap bahwa pemotongan TPP pada sekitar bulan Juli 2021. Menurutnya ini usulan dari Sekda Pasangkayu saat mengetahui adanya kekurangan gaji ASN.

"Saya hanya menerima program yang sudah ada. Dan pemotongan TPP ini berdasarkan pengusulan dari Sekda dan saya sebagai Bupati hanya mengambil sebuah kebijakan," jelasnya.

Sebagai bupati terpilih yang dilantik Februari 2021, Yaumil merasa sangat terkejut dengan adanya kekurangan gaji ASN yang ia anggap sangat tidak masuk akal. Ia berfikir dan telah mempertanyakan kembali kepada Sekda sebagai ketua TAPD, mengapa hal itu bisa terjadi, yakni kekurangan gaji ASN yang telah dibahas dalam pembahasan anggaran.

"Saya menganggap saat penganggaran pengajuan Sekda yang tidak teliti menghitung saat proses penganggaran tahun 2021. Dan saya tekankan agar pembahasan anggaran tahun 2021 tidak terulang hal serupa seperti saat ini," ujarnya.

Yaumil mengaku juga meminta kepada Sekda agar dapat menjelaskan kepada publik mengapa tahun ini terjadi kekurangan gaji ASN sebesar Rp23 M. (Eds/Red)

comments