-->

Tiga Poin Kesepakatan Mahasiswa-Dinas Pendidikan Menyoal Beasiswa Pemda Majene

On Senin, Februari 14, 2022

MASALEMBO.COM

Kordinator Litbang PP IM3I Muh Riyadh Maarif dan Kadisdikpora Majene H Mithhar usai teken MoU Penerimaan Beasiswa Pemda Majene. [Ist/Riyadh Maarif]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Organisasi Ikatan Mahasiswa Mandar Majene Indonesia (IM3I) kembali mendesak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) agar transparan dalam mengelola atau meyalurkan bantuan pendidikan/beasiswa. Baik beasiswa miskin maupun siswa berprestasi.

Kordinator Litbang PP IM3I Muh Riyadh Maarif mengatakan, tata kelola penerimaan beasiswa Pemda Majene perlu diperbaiki. Sebab, selama ini terkesan beasiswa tidak tersosialisasikan dengan baik, hanya orang-orang tertentu saja yang dapat mengakses informasi tersebut.

"Desakan ini bukan pertama kalinya, beberapa kali kami mengadakan diskusi dan audiensi perihal isu pendidikan khususnya beasiswa daerah, IM3I kemudian mengadakan pertemuan bersama Kepala Dinas Pendidikan yang baru (Pak Mithhar) untuk kembali menyuarakan masalah yang tidak diselesaikan oleh Kadis sebelumnya," kata Muh Riyadh Maarif dalam keterangan tertulis, Senin (14/2/2022).

Riyadh mengatakan, informasi dan sosialisasi penerimaan beasiswa Pemda Majene selama ini tidak merata ke seluruh masyarakat sehingga perlu dibangun sistem transparansi berbasis teknologi yang dapat diakses semua orang.

"Maka dari itu, agar penyelenggaraan beasiswa pendidikan ini sesuai dengan prinsip keadilan, kecukupan, berkelanjutan, transparan dan akuntabel sesuai Perda No 2 tahun 2014 pasal 135 ayat 2 maka konsep web portal beasiswa ini kami tawarkan," ujarnya.

Riyadh mengungkap hasil pertemuan mereka pada 9 Februari 2022 di Kantor Bupati Majene. Berdasarkan hasil audiensi bersama Bupati, Kepala Dinas Pendidikan dan pejabat instansi daerah lainnya, telah disepakati tiga poin tuntutan mereka.

Tiga poin yang menjadi kesepakatan mahasiswa dengan Pemda Majene, yakni pengelolaan website untuk sistem penerimaan beasiswa, penerimaan beasiswa dilaksanakan berdasarkan prinsip keadilan, kecukupan, berkelanjutan, transparan dan akuntabel, serta program ini akan diselesaikan pada April 2022. (Hr/Red)



comments