-->

Dugaan Bantuan Fiktif KKMSB dan LMP Laskar Merah Putih Dipertanyakan

On Jumat, Februari 18, 2022

MASALEMBO.COM

Dokumen penyerahan secara simbolis bantuan 1.000 zak semen di posko induk pendopo Rujab Majene pada 25 Januari 2021. [Foto: Ist/masalembo]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Bantuan berupa Fasilitas Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) yang diinisiasi LMP Laskar Merah Putih dipertanyakan. 

Penyerahan secara simbolik bantuan berupa lampu penerangan jalan umum (PJU) yang akan menyasar 20 desa antara Pemda Majene dengan Penyelenggara Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (PPTSLP), pada 11 November 2020. 

Rencananya, total 200 unit PJU akan menyasar dua kabupaten, masing-masing 100 unit PJU-TS akan ditempatkan di Kabupaten Majene dan 100 unit lainnya di Polewali Mandar. Sayangnya, usai penyerahan simbolik dua tahun silam, hingga kini pemasangan PJU-TS tak kunjung terealisasi. 

Ketua JAPKEPDA Juniardi menyebut sejak diserahkan secara simbolik, fisik bantuan tersebut tidak pernah terlihat di desa yang dijanjikan. Baik itu di Majene maupun Polman. 

"Itu namanya pembohongan publik. Mereka melalukan seremonial penyerahan secara simbolik kepada Plt Bupati Majene M Natsir saat itu, tapi barangnya tak pernah ada," sebut Jun, Jumat (18/2/2022). 

Selain itu, Juniardi juga mempertanyakan bantuan yang diberikan secara simbolik Ketua Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (KKMSB) Asri Anas bersama rombongan menyerahkan secara simbolik 1.000 zak semen kepada Pemerintah Kabupaten Majene di Posko Induk Gempa di Rumah Jabatan Bupati Majene pada, Senin 25 Januari 2021. 

Bantuan yang diklaim akan diperuntukkan membantu pembangunan rumah ibadah yang rusak akibat gempa, hingga kini tak pernah diberikan. 

Dokumen penyerahan simbolis bantuan PJU-TS dari Laskar Merah putih ke Pj Bupati Majene M. Natsir [foto: ist/masalembo]


Padahal bantuan tersebut disebut Asri bersumber dari donasi setiap anggota KKMSB, mulai dari pengurus pusat hingga KKMSB Sulteng, Sulsel, Kaltim, Kalsel, Papua, Papua Barat, Yogyakarta dan lainnya. 

Juniardi menyayangkan publikasi berlebihan yang dilakukan organisasi kemasyarakatan terhadap penyerahan bantuan yang belum nyata keberadannya. 

"Kalau mau eksis dan mendapat pujian sebaiknya jangan menonjolkan seremonialnya, langsung saja jalankan program yang dirasakan langsung masyarakat," kesalnya. 

Bantuan fiktif tersebut dinilai mirip kasus sumbangan Rp2 triliun untuk penanganan Covid-19 yang diserahkan oleh almarhum Akidi Tio yang pada akhirnya berujung hoaks (berita bohong) dan prank (lelucon).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene Ilhamsyah mengatakan, pihaknya juga tak mengetahui bantuan itu. Sebab pasca penyerahan secara simbolis hingga kini belum ada informasi penyaluran.

"Setahu kami kalau di BPBD tidak ada itu ya, bantuan itu, karena memamg tidak ada yang datang," ujar Ilhamsyah, Jumat (18/2/2022).

Hingga berita ini tayang, belum mendapat konfirmasi baik dari LMP Laskar Merah Putih maupun KKMSB. Salah satu pengurus KKMSB yang berhasil dihubungi media ini tak mengetahui terkait bantuan 1000 zak zemen itu.

"Saya akan tanyakan dulu ya, saya tanyakan dulu ke pusat," ujar salah satu pengurus yang mengaku saat ini tinggal di Polman. (Hr/Red)

comments