-->

Pemda Majene Target 11% Angka Penurunan Stunting Dalam 5 Tahun

On Rabu, Maret 23, 2022

MASALEMBO.COM

Rapat Koordinasi Rencana Aksi Analisis Situasi dan Cakupan Intervensi Program Kegiatan Percepatan Penurunan Angka Stunting Kabupaten Majene, Rabu (23/3/2022). [Foto: Prokompi Setda Majene]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Majene, Sulawesi Barat menargetkan angka penurunan stunting mencapai angka 11 persen dalam lima tahun.

Hal tersebut dituangkan dalam penjabaran misi Kabupaten Majene, yakni mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompetitif.

"Kami target dalam periode 2021-2026 penurunan stunting akan mencapai 11 persen,” demikian kata wakil bupati Arismunandar saat menghadiri Rapat Koordinasi Rencana Aksi Analisis Situasi dan Cakupan Intervensi Program Kegiatan Percepatan Penurunan Angka Stunting Kabupaten Majene, Rabu (23/3/2022).

Dalam rapat yang digelar di Aula Tamajarra LPMP Rangas Majene, Arismunandar mengatakan, dibutuhkan kolaborasi lintas sektoral dalam penyelesaian masalah stunting di Kabupaten Majene, dengan fokus pada penyelesaian masalah berbasis outcome bukan hanya output ceremonial saja.

Aris lebih jauh menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Majene terus berupaya melakukan langkah- langkah strategis dalam upaya penurunan angka stunting setiap tahunnya. Terlebih Provinsi Sulawesi Barat berada pada kondisi akut dengan prevalensi stunting di atas 20 persen atau 33,8 persen berdasarkan survei di tahun 2021.

"Kabupaten Majene memiliki angka prevelensi tertinggi kedua di Sulbar berdasarkan data SSGI 2021 sebesar 35,7 persen," ujar Arismunandar.

Meski demikian lanjutnya, dalam 10 tahun terakhir telah terjadi penurunan kendati belum signifikan, sehingga penanggulangan stunting menjadi tanggung jawab bersama tidak hanya pemerintah, tapi juga setiap keluarga karena memiliki dampak yang besar khususnya tumbuh kembang anak.

Aris menegaskan, penurunan prevalensi stunting membutuhkan intervensi terpadu, mulai dari analisis situasi yang melahirkan data valid dan akurat mencakup program spesifik dan sensitif dalam hal penanganan.

Karenanya, mantan Ketua KNPI Majene itu mengajak semua pihak agar mengambil peran dalam upaya menekan tingginya angka prevelensi di Sulawesi Barat, terkhusus di Majene.

Rapat koordinasi Rencana Aksi Analisis Situasi dan Cakupan Intervensi Program Kegiatan Percepatan Penurunan Angka Stunting Kabupaten Majene ini, dihadiri Ceo Team Leader Iney Region 5 Ditjen Binabangda Kemendagri, BKKBN Provinsi Sulbar, Bappeda Provinsi Sulbar, Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar, Dinas PMD Provinsi Sulbar, para pimpinan OPD Kabupaten Majene, para Camat, TP PKK Majene, Kepala Puskesmas, Kepala UPTD KB, Kepala Desa Lokus Stunting, TA P3MD dan Kotaku serta Korkab PKH, BNPT dan Tim TPPS Kabupaten Majene. (Har/Red)

comments