-->

Prof Syafruddin Side Berbagi Tips Lolos PKM ke Mahasiswa Unsulbar

On Sabtu, Maret 26, 2022

MASALEMBO.COM

Prof Syafruddin Side, M. Si., P. hD [ist/tangkap layar]


MAJENE, MASALEMBO.COM - Ketua Prodi Matematika Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) Prof Syafruddin Side, M. Si., P. hD menjadi narasumber pada acara Coaching Clinic Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sulawesi Barat, Kamis 24 Maret 2022.

Kegiatan tersebut digelar secara daring dan diikuti puluhan mahasiswa serta sejumlah dosen lingkup Prodi Matematika FKIP Unsulbar.

Ketua Panitia Kegiatan, Nurfadilah Mahmud, S. Pd., M. Pd mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan kepada mahasiswa tentang apa itu PKM. Selain itu juga menjadi masukan tips dan trik cara menulis proposal PKM yang baik sehingga diperoleh proposal PKM yang berkualitas.

"Proposal PKM yang berkualitas, itu diharapkan dapat lolos untuk pendanaan di tahun 2022 ini," kata Nurfadilah.

Peserta Coaching Clinic Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Sulawesi Barat. [Ist/tangkap layar]


Ia mengungkap, sejauh ini pihaknya telah menerima 12 proposal mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika Unsulbar untuk seleksi PKM tahun 2022. Ia berharap para peserta Coaching Clinic PKM Prodi Pendidikan Matematika Unsulbar yang masih berproses agar menyelesaikan proposal mereka.

Harapan senada, juga disampaikan Koordinator Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unsulbar Amran Yanya, S. Pd., M. Pd saat menyampaikan sambutan. Amran mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk mempermudah mahasiswa menyusun proposal PKM.

"Prodi matematika sudah mengadakan kegiatan-kegiatan serupa. Di tahun lalu kita mengadakan seminar namun di tahun ini fokus pada coaching clinic agar dpat membantu mahasiswa menyelesaikan proposalnya," ujar Amran.

Koordinator Prodi Pendidikan Matematika FKIP Unsulbar Amran Yanya, S. Pd., M. Pd. [ist/tangkap layar]


Amran Yahya lebih jauh menjelaskan, PKM mahasiswa ini menjadi pembelajaran bagi mahasiswa untuk memanfaatkan ilmu pengetahuannya, mengoptimalkan penerapan ilmu dan teknologi yang bakal diterapkan dalam masyarakat.

"Jadi fokus PKM adalah masyarakat yang merupakan bagian dari tridarma perguruan tinggi. PKM ini juga tak terlepas dari peningkatan kapasitas mahasiswa serta bagian pengembangan Prodi Matematika," pungkas Amran.

Sementara itu, Prof Syafruddin Side yang jadi pembicara tunggal kegiatan ini membagi banyak tips untuk dapat meloloskan proposal PKM tahun 2022. Salah satu tips yang disampaikan Syafruddin adalah cara memilih jenis usulan proposal PKM.

"Tahun ini ada delapan bidang (jenis) PKM, kemudian plus dua. Nah dari delapan bidang ini artikel ilmiah itu paling jarang diminati," kata Prof Syafruddin Side.

Ia mengajak mahasiswa Unsulbar agar memilih skim PKM yang kurang peminat atau mengajukan judul yang lebih inofatif. Misalnya untuk bidang kewirausahaan, judul-judul seperti pembuatan makanan kerupuk dianggap sudah lazim sehingga sulit diterima. Prof Side juga meminta mahasiswa agar memahami betul bidang yang bisa diisi sesuai angkatan.

"Yang harus adik-adik pahami adalah ada skim yang bisa adik-adik masuk. Kalau angkatan 2021 PKM riset itu agak masih susah tembus karena yang diharapkan mengajukan PKM riset adalah minimal angkatan 2020, jadi yang semester dua itu belum cocok masuk riset eksakta maupun humaniora tetapi bisa menjadi anggota," ujarnya.

Untuk bidang kewirausahaan kata Syafruddin, memang tidak memerlukan bidang ilmu tertentu. Artinya siapa saja bisa lakukan, namun harus ada usaha, prodak maupun jasa yang dihasilkan dan betul-betul bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.

Prof Syafruddin juga mengingatkan agar proposal PKM harus benar-benar memperhatikan ketentuan ketertiban administrasi. Misalnya sistematika penulisan proposal. Mulai dari judul, penomoran halaman daftar isi, halaman inti dan berbagai kriteria penulisan lainnya.

Untuk diketahui, delapan plus dua bidang PKM mahasiswa tahun 2022 masing-masing yakni PKM bidang riset eksakta, PKM riset sosial humaniora, PKM kewirausahaan, PKM pengabdian kepada masyarakat, PKM penerapan Iptek, PKM karsa cipta, PKM karya inovatif, PKM video gagasan konstruktif, PKM gagasan futuristik tertulis, serta PKM artikel ilmiah.

Kegiatan PKM ini bisa direkognisi sebagai bagian dari mata kuliah tertentu. Namun ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar kegiatan ini bisa diklaim jadi SKS. PKM yang lolos ke Pimnas misalnya, bisa direkognisi menjadi 6 SKS. Artinya bisa menggantikan skripsi. Sementara proposal yang hanya dinyatakan lolos di tingkat Universitas atau mewakili kampus, maka mahasiswa yang mengajukan berhak mengklaim 2 SKS mata kuliah. (Hr/Red)



comments