-->

Gelar Musda I, AMAN Majene Diharapkan Jadi Alat Perjuangan Budaya

On Rabu, Agustus 10, 2022

MASALEMBO.COM

Pengurus AMAN Majene saat bertemu wakil bupati Arismunandar di kantor bupati Majene, Rabu 10 Agustus 2022. [Ist/Masalembo.com]



MAJENE, MASALEMBO.COM - Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kabupaten Majene menggelar Musyawarah Daerah pertama bertepatan dengan perayaan hari peringatan adat sedunia, Selasa 9 Agustus 2022.

Musda I AMAN Majene digelar di Dapur Mandar, Kecamatan p
Pamboang yang disaksikan langsung Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) AMAN Provinsi Sulselbar.

Ketua Dewan AMAN Majene Muhammad Arif mengatakan, pengurus Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kabupaten Majene kedepan harus mampu menunjukkan intelektualitasnya dalam melaksanakan regenerasi lembaga. Bahkan, harus lebih mampu berkonsolidasi demi terciptanya program yang benar-benar mampu memberi kontribusi yang berarti terhadap akselerasi pembangunan masyarakat adat di Kabupaten Majene. 

“Masyarakat adat harus jeli menangkap setiap peluang yang ada, dengan harapan dapat memberikan nilai tambah terhadap perbaikan ekonominya di daerahnya," ujar Arif.

Arif juga mengharapkan AMAN turut hadir menyikapi setiap masalah di sekitar, terutama menyangkut adat kebiasaan, budaya dan kearifan lokal di daerah ini.

"Itu yang harus dihadapi dan ditangani secara bersama-sama sesuai dengan bidang tugas dan fungsi masing-masing. AMAN Kabupaten Majene sebagai lembaga sosial adat, harus dapat mengambil peran dalam menata dan mengelola kepentingan masyarakat adat, khususnya yang berkenaan dengan masalah-masalah sosial dan adat istiadat," harap Arif.

Mantan Camat Ulumanda itu mengatakan, Pemerintah Kabupaten Majene sangat menghargai usaha yang AMAN lakukan untuk dapat sebagai bentuk perjuangan bersama dalam menghadirkan kreasi dan inovasi kehidupan masyarakat beradat.

Ia juga mengharapkan pembangunan kedepan khususnya di bidang tradisi budaya dapat lebih bergairah lagi, dan pada saatnya nanti dapat mensejajarkan diri atau bahkan dapat menorehkan satu prestasi yang melampaui daerah lain.

"Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Kabupaten Majene kedepan semoga dapat terus bersama-sama dan dapat menjadi mitra bagi Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan Kabupaten Majene unggul, mandiri dan relegius sebagaimana visi-misi pemerintah Kabupaten Majene," pungkas Arif.

Audiensi ke Pemda Majene

Paca Musda I, AMAN Kabupaten Majene juga menggelar audensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene di ruang Wakil Bupati Majene, Rabu (10/8/2022).

Dalam audensi, AMAN mendorong pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Tentang Pengakuan dan Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat Kabupaten Majene.

“Ranperda ini, sudah kita usulkan beberapa bulan lalu, sehingga diharapkan Pemkab Majene untuk direalisasikan,” harap Aco Bahri Mallilingan Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) Aman Majene.

Dalam Ranperda lanjutnya, mengatur tentang salah satu syarat sahnya suatu komunitas adat, adalah memiliki sejarah asal usul, struktur kelembagaan adat, benda-benda pusaka, situs serta memiliki wilayah adat yang jelas.

“Selain itu, dalam ranperda juga dapat memperkuat program dari visi misi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene, yakni Majene Unggul, Mandiri dan Religius (UMR),” ujarnya.

Audensi ini, dihadiri Wakil Bupati Majene Arismunandar didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Majene Rustam Rauf bersama Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Majene Mithhar Thala Ali.

Dihadapan para Perwakilan Komunitas Adat di Majene, Arismunandar mengaku, akan bersama mengawal ranperda dan berkoordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majene. “Untuk 16 komunitas adat yang terbentuk di Majene agar dapat melakukan pertemuan dengan Disbudpar Majene,” pintanya.

Arismunandar juga meminta, kepada para perwakilan komunitas adat melakukan pertemuan dengan Pemkab Majene setelah kegiatan atau hajatan selama Agustus 2022. “Harapan dalam pertemuan kita nanti, untuk mendengar semua masukan melalui Disbudpar dan Disdikpora Majene,” harapnya. (Hr/Ril)

comments