Musrenbangcam, Legislator Usul Pembangunan Infrastruktur Harus Melalui Penelitian

On Selasa, Maret 20, 2018

MASALEMBO.COM

Bupati Mamuju Tengah H Aras Tammauni beri sambutan sekaligus membuka Musrenbangcam di Kantor Kecamatan Tobadak. (Foto: Jamal Tanniewa/masalembo.com)
MATENG, MASALEMBO.COM - Legislator Mamuju Tengah Anwar Laumma menyampaikan keprihatinannya atas kualitas pembangunan infrastruktur di daerah itu. 

Beberapa bagunan fisik di Mateng dianggap merugikan negara karena rusak sebelum digunakan. Salah satunya pembangunan Talud di Desa Lara, dan beberapa kegiatan lain. 

Sebab itu setiap pembangunan harus melalui penelitian dan ada jaminan. Seperti PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang selalu menjamin kualitas pekerjaannya. Ia bahkan memberi garansi hingga empat tahun. 

"Kalau SMI bisa kenapa APBD dan APBN tidak bisa," ujar Anwar saat mewakili ketua DPRD Mateng memberi sambutan dalam forum Musrenbang di Kantor Kecamatan Tobadak, Senin (19/3).
Bupati Mateng Aras Tammauni bersama anggota DPRD Anwar Laumma menandatangani berita acara pelaksanaan musrenbang di Kantor Kecamatan Tobadak. (Foto: Jamal Tanniewa/masalembo.com)
Kata Anwar, kabupaten termuda di Sulbar itu masuk kategori rawan bencana. Sebab itu dibutuhkan perhatian bersama. Dalam usulan musrenbang harusnya pertimbangkan kesejahteraan masyarakat. "Musrenbang adalah agenda penting untuk pembangunan, maka forum ini sekiranya dijadikan sebagai ruang publik media musyawarah untuk merumuskan pembagunan," pintanya. 

Bupati Mateng Aras Tammauni membenarkan pernyataan Anwar terkait irigasi yang jebol di Desa Lara. "Saya harap PU cek dan segera memperbaikinya," pinta mantan ketua DPRD Sulbar itu. 

Bupati mengatakan, Musrenbang saat ini bertujuan merencanakan pembangunan tahun 2019. Ia berharap usulan pembangunan infrastruktur jadi prioritas agar dapat bermanfaat untuk masyarakat. 

Akan tetapi ketika pemerintah membangun masyarakat harus mendukung agar berjalan dengan baik. "Jika ada pelebaran jalan masyarakat harus mengerti. Ini semata-mata kepentingan bersama untuk menata daerah kita agar semakin bagus," jelas bupati. 

Hal itu dikuatkan penjelasan Kepala Bapeda Sigit Swi Hastono. Ia menjelaskan, pengembangan ekonomi kerakyatan merupakan salah satu usulan prioritas musrenbang. Kemudian pembangunan infrastruktur, pelayanan dasar kesehatan, program unggulan desa, serta penataan ruang. 

Akan tetapi dalam perencanaan belum tentu dapat diakomodir seluruhnya. Sebab hasil musrenbang kecamatan masih berproses di kabupaten kemudian berlanjut ke provinsi. Itu juga bergantung kemampuan anggaran. 

Kata Sigit, anggaran infrastruktur yang turun hanya 20 persen. Sebab itu usulan harus memiliki skala prioritas.

Musrebangcam Tobadak juga dihadiri Sekkab Mateng Askary Anwar, jajaran pimpinan OPD, Pabung Mateng Kodim 1418 Mamuju Mayor Inf Sahabuddin, dan Kapolsek Tobadak Ipda Samsuddin. Terlihat pula Camat Tobadak Ashar serta seluruh kepala desa se kecamatan. (jml/riz) 

comments