Apel Kesiapsiagaan Bencana, Bupati Mateng Bacakan Sambutan Kepala BNPB

On Jumat, April 27, 2018

MASALEMBO.COM

Bupati H Aras Tammauni bacakan sambutan Kepala BNPB (Foto: Yasin/Humas Setda Mateng)
MATENG, MASALEMBO.COM - Siaga bencana dimulai dari diri sendiri keluarga dan komunitas menjadi tema apel hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2018 yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamuju Tengah. Apel Kesiapsiagaan Bencana ini digelar di kawasan terminal Benteng Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kamis (26/4).

Hadir dalam kesempatan ini Bupati Mateng H Aras Tammauni, Wakil Bupati H. Muh. Amin Jasa, Wakil Ketua DPRD Mateng H. Hasanuddin S, Asisten 1, Staf Ahli Bupati, Pabung TNI, Kepala OPD lingkup Pemkab Mateng, anggota PMI, PMR dan Pramuka.

Dalam sambutan seragam Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) H.E. Willem Rampangilei yang dibacakan Bupati H. Aras Tammauni menyampaikan, tanggal 26 April dipilih sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana karena tanggal tersebut adalah hari lahirnya Undang Undang No. 24/2007 yang merupakan perangkat hukum pertama yang merubah paradigma penanggulangan bencana dari responsif ke preventif (pengelolalaan risiko bencana, red). 
"Pada tahun ini berarti juga tepat 11 tahun lahirnya Undang-Undang Penanggulangan Bencana No 24 tahun 2007," kata H.E. Willem Rampangilei dalam sambutan tertulisnya.

Lanjut dikatakan, berdasarkan hasil kajian risiko bencana yang disusun BNPB tahun 2015, jumlah jiwa terpapar risiko bencana kategori sedang-tinggi tersebar di 34 provinsi mencapai 254.154.398 jiwa. Selama tahun 2017, terdapat 2.372 kejadian bencana yang mengakibatkan 377 jiwa meninggal dunia atau hilang dan 3,49 juta mengungsi. 
Para pimpinan OPD hadiri apel kesigapan bencana Kabupaten Mamuju Tengah (Foto: Yasin/Humas Setda Mateng)
Disamping itu lanjutnya, arah dan gambaran global kedepan pun akan meningkat karena dipengaruh beberapa faktor, seperti,meningkatnya jumlah penduduk, urbanisasi, degradasi lingkungan, kemiskinan, dan pengaruh perubahan iklim global. 

Dia katakan, tidak bisa dipungkiri, intensitas dan kompleksitas bencana di era modern ini telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan dan kerugian yang besar serta sangat mengganggu aktifitas, dan produktivitas baik untuk keberlangsungan dunia usaha dan mata pencaharian bermasyarakat.

"Tanggung jawab menjadi kewajiban semua pihak (Everybody’s business) dan pertumbuhan tanggung jawab bersama (tanggung jawab bersama) bapak dan ibu sekalian. Ilustrasi di atas telah memberikan informasi yang mungkin kita berinfentasi pada pra-bencana agar dampak bencana timbul dapat ditekan, dampak ekonomi bisa lebih murah, dan bermanfaat bagi keberlangsungan usaha dan matapencaharian masyarakat," terang H.E. Willem Rampangilei dalam sambutannya yang dibacakan Bupati H Aras Tammauni.

Dia menambahkan, mengingat kerentanan, keterpaparan masyarakat dan potensi ancaman baik bencana di Indonesia sebagaimana telah diilustrasi di atas, maka diperlukan satu momen untuk melatih kesiapsiagaan seluruh komponen bangsa dalam menghadapi bencana. 

"Oleh karena itu kami, BNPB mengajak seluruh lembaga, Pemerintah Daerah, lembaga usaha, dan Lembaga Swadaya Masyarakat secara bersama turut berupaya semaksimal mungkin untuk merealisasikan latihan evakuasi bencana serentak," harapnya. (jml/har)

comments