141 Perawat Mogok Kerja, Ini Kata Direktur RSUD Mamuju

On Jumat, Desember 07, 2018

MASALEMBO.COM

dr. Titin Hayati (Foto: Awal/masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Direktur RSUD Mamuju dr Titin Hayati memastikan pelayanan tetap berjalan meski sejumlah perawat honorer di rumah sakit tak masuk kerja. Ia mengatakan, telah memaksimalkan tenaga medis PNS untuk melayani pasien.

"Semua berjalan, kita maksimalkan perawat ASN yang ada," ujar dr Titin di ruang kerjanya, Jumat (7/12)

Titin mengatakan sudah dua hari ini perawat honorer di RSUD Mamuju tak masuk kerja. Mereka mogok usai aksi unjuk rasa menuntut agar upah yang dibayarkan Rp400 ribu per bulan dinaikkan.

Titin mengungkap, bahwa honorer di RSUD Mamuju sifatnya kontrak. Mereka dikontrak sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Habsi Wahid dengan honor Rp400 ribu perbulan selama satu tahun.

"Jadi kita melihat kehadirannya nanti, apakah masih lanjut kontrak atau tidak  karena kontrak kerja tahun ini berakhir Desember," ungkap Titin.

Kata Titin, jumlah perawat honorer dan sukarela yang saat ini bekerja di RSUD Mamuju, sebanyak 141 orang termasuk di pelayanan maupun bagian administrasi.

Kepada wartawan, Titin juga berharap para perawat honorer yang mogok kerja agar kembali bertugas, mengingat Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Mamuju terbatas.

"Kan awalnya mereka sendiri bilang, biar sukarela dulu, sambil cari pengalaman kerja daripada mengangur, tapi setelah honorer malah menunutut gaji dinaikkan, sementara APBD sangat terbatas," kata Titin heran. (awl/har)

comments