5 Tahun Usai Diresmikan, Bandara Sumarorong Tak Kunjung Beroperasi

On Kamis, Januari 31, 2019

MASALEMBO.COM

Tampak depan bandara Sumarorong Kabupaten Mamasa (Frendy Cristian/masalembo.com)

MAMASA, MASALEMBO.COM -  Pembangunan Bandar Udara (Bandara) Perintis Sumarorong, Kabupaten Mamasa nyaris mubazir. Pasalnya, setelah diresmikan sejak tahun 2014 lalu, bandara yang dibangun dengan menggunakan dana APBN ini tak kunjung beroperasi. Berbagai alasanpun muncul sebab dan akibat tidak beroperasinya bandara tersebut.

Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Kepala Bandara Penerbangan Perintis Sumarorong Padli menerangkan, kendala yang dihadapi sehingga penerbangan perintis Bandara Sumarorong tidak beroperasi, karena kurangnya daya serap dari masyarakat. 

Selain itu, karena penerbangan perintis dibiayai oleh pemerintah berdasarkan kebutuhan masyarakat. Maka sejak tiga tahun terakhir, antara tahun 2016-2018 penerbangan perintis Bandara Sumarorong tidak beroperasi karena minimnya pengalokasian anggaran dari Kementerian Perhubungan.

"Penerbangan perintiskan sifatnya dibiayai oleh pemerintah melalui Kemenhub berdasarkan kebutuhan masyarakat, sementara penerbangan perintis tidak hanya di Sumarorong, jadi bisa saja ada penerbangan lain yang diperioritaskan berdasarkan kebutuhan masyarakat," terangnya.

Di Mamasa sendiri masyarakat masih trauma menggunakan transportasi udara, apalagi pesawat yang beroperasi di sini pernah jatuh di Enrekang kalau tidak salah," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mamasa, Domina Mogot mengatakan, tidak beroperasinya Bandara Sumarorong disebabkan karena faktor biaya. Ia menuturkan, penerbangan Bandara Sumarorong dianggap merugi karena kurangnya penumpang yang beminat menggunakan transportasi udara. 

Dikatakan pula, sejak dinyatakan resmi dibuka 2014 dengan rute Mamasa-Makassar, hanya ada sembilan penumpang yang tercatat menggunakan transportasi udara.

"Bayangkan, sejak beroperasi, tercatat hanya sembilan orang yang sempat menggunakan trasnportasi udara, itu kalau tidak salah selama setahun di 2016," katanya, Rabu (30/1/2019).

Meski disebutkan Domina bahwa penerbangan Bandara Sumarorong merugi, namun sejak dibangun, bandara tersebut sudah beberapa kali mendapat bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat untuk pengembangannya. Bahkan Domina menyebutkan, tahun 2021 yang akan datang, Bandara Sumarorong akan mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia untuk penambahan landasan pacu pesawat atau runway.

"Baru-baru ini saya ikut rapat di Mamuju, dan yang dibahas itu soal bandara, menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat, tahun 2021 akan ada penambahan runway untuk Bandara Sumarorong," sebutnya.

Untuk pengalokasian anggaran penambahan runway Bandara Sumarorong dari Kemenhub, Domina menuturkan, ada syarat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Mamasa yakni pembebasan lahan perpanjangan landasan pacu pesawat. 

"Itu alasannya kenapa diprogramkan di 2021 karena Pemerintah Kabupaten Mamasa diberikan kesempatan untuk melakukan pembebasalahan. Setelah ada pembebasan lahan, barulah dana untuk perpanjangan landasan pacu bisa dialokasikan oleh Kemenhub," tuturnya.

Selain itu, Domina juga menjelaskan, dari segi operasional, ada permintaan dukungan dari Kepala Bandara Sumarorong kepada Bupati Mamasa untuk memasukkan surat usulan rencana penerbangan di bulan Februari tahun ini.

"Hal ini berdasarkan rapat yang dihadiri oleh seluruh UPTD Bandara yang dilaksanakan di Jakarta. Jadi bupati diminta memasukkan usulan pengoperasian bandara, tetapi itu sudah dimasukkan," pungkasnya. (frd/har)

comments