Anggota DPRD Mamuju Dilantik, Mahasiswa Minta Manakarra Tower Dikaji Ulang

On Senin, September 02, 2019

MASALEMBO.COM

Massa aksi PMII dijaga ketat polisi dan Satpol PP saat menggelar aksi (Awal S/Masalembo.com)

MAMUJU, MASALEMBO.COM - Di saat 30 anggota DPRD Mamuju dilantik, Senin (2/9/2019) pagi, puluhan orang dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya megkaji ulang rencana pembangunan gedung Manakarra Tower.

Ketua PMII Cabang Mamuju Muhammad Hasanal mengatakan, dewan yang baru terpilih perlu mengkaji ulang rencana pembangunan gedung Manakarra Tower yang bakal menelan anggaran Rp30 miliar. 

"Kami tidak menolak, tapi perlu dikaji ulang, apakah ini sudah sesuai harapan rakyat," ucap Hasanal.

Ia menilai, dana alokasi pembangunan gedung Manakarra Tower itu, nilainya tidak sedikit, sementara masih banyak kebutuhan mendesak rakyat yang perlu menjadi perhatian serius. "Masalah pendidikan, kesehatan itu jauh lebih penting, nah jadi apakah pembangunan Manakarra Tower ini sudah sesuai hajat rakyat, itu yang perlu dikaji ulang," ucapnya.

Mahasiswa PMII juga menyampaikan tuntutan terhadap anggota dewan baru, antar lain menguatkan pengawasan terhadap kinerja eksekutif dan mempertegas keberpihakan DPRD Mamuju terhadap kesejahteraan rakyat.

Mahasiswa menggelar aksi di jalan Ahmad Yani, kota Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulbar, tak jauh dari tempat berlangsungnya pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan para wakil rakyat bumi Manakarra.

Pantauan wartawan, massa aksi mendapat pengawalan ketat aparat satpol PP dan kepolisian setempat. Menariknya, aksi kali ini diklaim sebagai bentuk penyambutan wakil rakyat Mamuju yang baru saja memenangi pileg 17 April lalu.

Koordinasi aksi Ardi Kribo, mengatakan, aksi ini merupakan luapan kebahagian meraka menyambut anggota dewan yang baru, sekaligus bentuk refleksi terhadap kinerja anggota dewan sebelumnya.

"Kita menyambut haru bahagia ini dengan berbagai pertimbangan, dimana anggota DPRD yang lama banyak meninggalkan berbagai persoalan di berbagai leading sektor," kata Ardi.

"Sektor pendidikan, ekonomi, sosial politik, kesehatan, ketenaga kerjaan dan budaya, masih banyak masalah," sambungnya.

Karenanya, kata Ardi, PMII Cabang Mamuju menggelar aksi demo sebagai bentuk warning terhadap anggota DPRD periode 2019-2024.

"Maka dari itu kami berharap besar bahwasanya di periode ini terjadi perubahan yang signifikan, dimana banyak anggota dewan yang terpilih merupakan wajah baru dan diharapkan dapat benar-benar meraut aspirasi masyarakat," ujarnya.

Ardi mengancam, jika tuntutan mereka tidak diindahkan anggota legislatif yang baru saja dilantik, maka mereka tidak akan bosan melakukan aksi jalanan.

"Kami tidak akan bosan-bosannya melakukan aksi parlemen jalanan sebagai bentuk kontrol sosial terhadap kebijakan yang tidak selaras dengan apa yang diinginkan oleh rakyat," pungkas Ardi. (awl/har)

comments